Waspadai, Pemicu Ban Benjol dan Kawat Putus Sepeda Motor

surabayapagi.com
Tampilan ban yang jarang diganti sehingga menjadi benjol dan rusak, hal itu memicu kecelakaan penggunanya. SP/ JKT

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Banyak pengendara yang sering meremehkan ban sepeda motor. Padahal ban menjadi salah satu komponen penting dari sepeda motor, karena berhubungan langsung dengan kenyamanan dan keamanan pengendara dan penumpang. 

Biasanya, masalah yang sering terjadi di ban karena kurang perawatan dan pergantian, adalah benjol atau bergelembung di permukaannya, dan biasanya muncul di satu titik saja. Penyebabnya, karena putusnya benang ban yang mengakibatkan tidak adanya penahan di sisi kiri dan kanan ban.

Baca juga: Bernuansa Motor Sport Gunakan Penggerak Rantai, Italjet Dragster 459 Dibanderol Rp 190 Jutaan

Ketika ban diisi udara, maka tekanan akan menekan karet samping dan memunculkan benjolan. Sesungguhnya ban motor yang benjol tidak dapat disepelekan, karena berpotensi besar dapat mengalami kecelakaan. Motor akan bergoyang dan tidak stabil ketika dikendarai.

Disitat dari Wahana Honda pada Rabu (26/06/2024), ada beberapa penyebab ban motor benjol yang sering dianggap sepele, padahal wajib diwaspadai. Salah satunya, ketika mengisi angin, pengendara harus dapat memastikan dan menentukan tekanan ban yang pas. 

Baca juga: Lewat Rally Dakar 2026, Motul Tegaskan Kualitas Pelumas Kelas Dunia di Ajang Reli Off-road Paling Ekstrem dan Menantang

Selanjutnya, ban motor yang membentur atau menghantam lubang dengan keras, apalagi dalam kecepatan tinggi dapat membuat benang ban jadi putus. Hal ini juga berdampak velg bisa mengalami kerusakan.

Tak hanya kerusakan velg, menikung dengan kecepatan yang tinggi juga bisa dijadikan penyebab ban benjol. Tidak semua ban motor dirancang untuk menahan beban yang tinggi saat menikung. Sehingga kurangi juga untuk membawa barang dengan muatan berat dapat menyebabkan benjolan pada ban motor. 

Baca juga: Geely Kenalkan ‘G-ASD’, Sistem Bantuan Mengemudi Generasi Terbaru di Ajang CES 2026 Amerika Serikat

Selain itu, saat melaju dengan kecepatan yang tinggi, mengerem terlalu keras dapat membuat ban berhenti hanya di satu titik saja dengan waktu yang lama. Kondisi inilah yang mengakibatkan beban yang diterima ban cukup tinggi dan menjadi benjol.

Sebagai informasi, pada umumnya ban memiliki usia maksimal 2 tahun atau sampai 20.000 km pemakaian. Jika sudah melebihi masa tersebut, kinerja ban pasti bakal menurun dan perlahan terkikis, sehingga menimbulkan benjolan di ban. Walaupun sekilas masih terlihat bagus, tetapi sangat disarankan untuk mengecek dan mengganti ban agar tidak mengalami masalah saat berkendara. jk-03/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru