SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Baru-baru ini, pabrikan mewah milik Elon Musk yakni Tesla meluncurkan solusi cerdas berbasis perangkat lunak. Pasalnya, guncangan akibat pengereman mendadak atau tidak stabil sering kali membuat kepala penumpang terombang-ambing. Sehingga, melalui pembaruan Software Update 2026.8, Tesla memperkenalkan fitur bertajuk “Comfort Braking”.
Fitur tersebut dirancang khusus untuk membantu pengemudi mendapatkan sensasi pengereman yang lebih linear dan halus, terlepas dari seberapa kaku kaki pengemudi di atas pedal. Selain itu, Tesla juga menyebutkan bahwa fitur ini akan memberikan sensasi yang lebih mulus saat kendaraan akan berhenti total dalam pengereman rutin.
Secara teknis, sistem ini bekerja dengan melakukan modulasi input pedal. Dan jika dianalogikan, cara kerjanya mirip dengan sistem Anti-lock Braking System (ABS) yang sangat canggih. Comfort Braking mengatur tekanan rem agar deselerasi (penurunan kecepatan) terjadi secara bertahap dan halus, meskipun pengemudi menginjak pedal dengan kurang presisi.
Pada mobil listrik (EV) seperti Tesla, sistem pengereman memang lebih kompleks karena melibatkan Regenerative Braking (mengubah energi kinetik menjadi listrik) dan rem mekanis tradisional, Senin (16/03/2026).
Fitur ini menyelaraskan transisi keduanya melalui sistem brake-by-wire agar penumpang tidak merasakan hentakan yang mengganggu. Semnetara itu, untuk saat ini, fitur Comfort Braking tidak tersedia untuk semua lini Tesla.
Fitur ini hadir secara eksklusif untuk Tesla Model Y versi terbaru (Project Juniper) dengan model tahun 2026 ke atas. Dan hingga saat ini, pihak Tesla belum memberikan konfirmasi resmi kapan fitur ini akan diturunkan ke model-model lama atau lini produk lainnya seperti Model 3 atau Model S. jk-01/dsy
Editor : Redaksi