SURABAYAPAGI.com, Sampang - Petani garam di Desa Gulbung, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang kembali gigit jari imbas diguyur hujan berhari-hari selama kurang lebih sudah 3 hari tanpa henti.
Tentu saja hal itu membuat produksi garam di wilayah tersebut terhambat dan banyak dari garam milik petani yang juga hanyut bersama dengan air hujan yang mengguyur.
Baca juga: Semarak HKN ke-61 di Sampang, Generasi Sehat, Masa Depan Hebat
“Karena terjadi hujan, maka garam yang masih di tambak mencair lagi menjadi air,” ujar Agus Wedi, pemilik lahan garam di Desa Gulbung, Jumat (02/08/2024).
Banyak petani garam yang mengkhawatirkan datangnya cuaca ekstrem yang tidak menentu. Pasalnya, jika terik matahari tidak stabil maka berimbas pada kualitas produksi garam rakyat.
Baca juga: Cuaca Tak Menentu, Produksi Garam Pamekasan Anjlok hanya 19 Ribu Ton
“Sebagai petani sekaligus pemilik lahan garam, harapannya kondisi cuaca pada musim kemarau tahun ini bisa bertahan lama hingga menjelang musim penghujan nanti,” harapnya.
Namun, meski diguyur hujan terus menerus, pada dasarnya tidak ada kerugian hanya memang produksi terhenti atau proses pengkristalan garam agak memakan waktu.
Baca juga: Sampang Banjir lagi, BPBD Minta Warga Waspada
“Kalau kerugian materi tidak ada, hanya rugi tenaga karena produksi garam agak molor karena panas matahari kurang,” kata Sukron, petani garam Sampang. sm-01/dsy
Editor : Desy Ayu