SURABAYAPAGI.com, Madiun - Petani tomat di wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur kembali gigit jari usai diketahui harga komoditas tomat turun dan anjlok drastis hanya berkisar Rp 2.000 hingga Rp 3.000 per kilogram.
Rendahnya harga tomat tersebut membuat banyak petani di Madiun kecewa berat dan banyak yang merugi. Lantaran biaya pemeliharaan tidak sebanding dengan hasil panen.
Baca juga: Trotoar RSUD Caruban Semrawut, Akses Pejalan Kaki dan Pasien Terganggu
“Biasanya saya bisa mendapatkan keuntungan yang cukup dari menanam tomat. Namun, dengan harga seperti ini, saya hanya bisa balik modal,” ujar Suwandi, seorang petani tomat asal Desa Purworejo, Senin (05/08/2024).
Baca juga: KPK Amankan Sejumlah Pihak di Kota Madiun, Wali Kota Dibawa ke Jakarta
Sementara itu, diketahui anjloknya harga tomat disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya kelebihan pasokan di pasaran dan rendahnya permintaan. Hal ini diperparah dengan adanya panen raya di beberapa daerah.
Baca juga: Empat Item MBG PAUD di Madiun Berjamur, Orang Tua Desak Dapur Penyedia Ditutup
Melihat fenomena menyedihkan itu, para petani tomat di Kabupaten Madiun berharap pemerintah dapat mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah ini, misalnya dengan memberikan bantuan atau membuka pasar baru untuk produk pertanian mereka. md-01/dsy
Editor : Desy Ayu