SURABAYAPAGI.com, Madiun - Petani tomat di wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur kembali gigit jari usai diketahui harga komoditas tomat turun dan anjlok drastis hanya berkisar Rp 2.000 hingga Rp 3.000 per kilogram.
Rendahnya harga tomat tersebut membuat banyak petani di Madiun kecewa berat dan banyak yang merugi. Lantaran biaya pemeliharaan tidak sebanding dengan hasil panen.
Baca juga: Wabup Madiun Dorong Kader PKK Siapkan Generasi Berkualitas Menuju Indonesia Emas 2045
“Biasanya saya bisa mendapatkan keuntungan yang cukup dari menanam tomat. Namun, dengan harga seperti ini, saya hanya bisa balik modal,” ujar Suwandi, seorang petani tomat asal Desa Purworejo, Senin (05/08/2024).
Baca juga: Lewat Lakon Semar Bangun Kayangan, Armaya: Pembangunan Harus Utamakan Kepentingan Rakyat
Sementara itu, diketahui anjloknya harga tomat disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya kelebihan pasokan di pasaran dan rendahnya permintaan. Hal ini diperparah dengan adanya panen raya di beberapa daerah.
Baca juga: Kejari Madiun Ingatkan Kades: Dana BKK Desa Bukan Uang yang Bisa Dikelola Semau Sendiri
Melihat fenomena menyedihkan itu, para petani tomat di Kabupaten Madiun berharap pemerintah dapat mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah ini, misalnya dengan memberikan bantuan atau membuka pasar baru untuk produk pertanian mereka. md-01/dsy
Editor : Desy Ayu