SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemerintah Desa (Pemdes) Popoh, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo berupaya menggenjot kesejahteraan petani di desanya.
Salah satunya dengan membangun Tembok Penahan Tanah (TPT) di Jalan Usaha Tani (JUT) yang berlokasi di Dusun Japanan desa setempat.
Baca juga: Dedi Irwansyah Dorong Hasil Pajak Kendaraan Bermotor 30% Untuk Bangun Jalan Desa
Pembangunan ini sebagai sarana pendukung terhadap aktivitas perekonomian warga Desa Popoh, khususnya para petani.
“Pembangunan ini bersumber dari dana desa (DD) 2024,” ujar Kades Popoh, Sugini, saat ditemui Surabaya Pagi di kantornya, Rabu (16/10/2024)
Saat ini pembangunan TPT telah mencapai 100 persen pengerjaanya. Untuk panjangnya sekitar 247 meter dengan lebar talud 50 sentimeter.
Pemdes berharap dengan pembangunan ini produktivitas pertanian di wilayah itu meningkat.
“JUT ini penting bagi petani di desa kami. Dengan adanya pembangunan TPT ini, JUT akan bertahan lama dan tidak mudah tergerus air,” ucapnya.
Baca juga: Posyandu Lansia di Pos Mawar I Bersukaria, Bawa Pulang Sayur Mayur 1 Kresek
Pembangunan TPT ini mendapat respon positif dari masyarakat setempat. Sebab dengan upaya pemdes ini, warga merasa keinginan mereka bisa terealisasikan.
“Semoga petani di desa kami lebih nyaman dan aman saat menggunakan fasilitas ini,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Popoh, Moh. Ridwan mengatakan bahwa, direalisasikannya bangunan TPT ini bertujuan sebagai sarana pendukung terhadap aktivitas perekonomian serta upaya pemdes dalam memaksimalkan produktivitas lahan pertanian.
Baca juga: Rekom DPRD Sidoarjo, PKL CFD Pedalindo Kembali ke Ponti atau Alun-Alun
“Semoga dengan di bangunya TPT di jalan usaha tani itu, dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani," ungkapnya.
Pembangunan TPT di jalan usaha tani mendapat apresiasi warga petani. Proyek ini, pelaksanaannya dilakukan secara swakelola oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Popoh.
"Kami berharap seluruh program pembangunan yang telah dilaksanakan oleh pemdes dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat,” pungkasnya. zam/jum
Editor : Desy Ayu