SURABAYAPAGI.com, Jombang - Wilayah Kabupaten Jombang, Jawa Timur diguyur hujan deras berturut-turut hingga membuat para petani gigit jari. Pasalnya, imbas hujan tersebut membuat hasil panen cabai turun hingga 50 persen, sehingga harganya pun merosot tajam.
"Sekarang harganya cuma Rp 15 ribu per kg dari petani. Biasanya kalau cuaca seperti ini harga cabai mahal. Tahun lalu saja bisa tembus Rp 50 ribu per kg," pungkas salah satu petani cabai asal Desa Genukwatu, Agung, Selasa (03/12/2024).
Baca juga: Sejumlah Harga Bapok di Jombang Alami Kenaikan Jelang Idul Adha 2026
Merosotnya harga komoditas cabai di Jombang dipicu banyak hasil panen para petani yang rusak akibat mudah terserang hama petek dan busuk di musim hujan. Jika dilihat hasil panen kali ini memang dikatakan jelek dibandingkan sebelum-sebelumnya.
”Buah cabai banyak yang busuk jadi hasil panennya berkurang banyak. Biasanya sawah seluas 1.400 meter persegi sekali panen itu mendapatkan 70 sampai 80 kilogram (kg) sekarang turun hanya sekitar 40 kg," jelasnya.
Baca juga: Imbas Pakan Mahal, Peternak di Jombang Terancam Merugi Harga Telur Terjun Bebas
Sebenarnya untuk mengatasi hama petek hanya perlu dilakukan penyemprotan dengan pestisida saja. Akan tetapi, tanaman cabai miliknya sudah terlanjur terserang hama.
”Serangannya sudah masif. Mau tidak mau setelah ini harus ganti dengan bibit yang baru,” terangnya.
Baca juga: Permintaan Sarung Tenun Goyor Jombang Melonjak di Momen Musim Haji 2026
Ia berharap pemerintah dapat segera mengatasi persoalan ini agar harga kembali stabil. Sementara itu, pembeli seperti Muhammad Iqbal mengaku terpaksa mengurangi jumlah pembelian karena kenaikan harga yang signifikan. Fenomena ini menjadi keluhan bagi para pedagang dan pembeli.
"Saya harap ini kenaikan harga ini menjadi perhatian pemerintah agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok mereka jelang perayaan akhir tahun," pungkasnya. jb-01/dsy
Editor : Desy Ayu