SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Melalui Pesta Hari UMKM Lamongan (PESONA) 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan, gencar memfasilitasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperluas akses pasar, dengan fokus melakukan penguatan kualitas produk dan pemasaran agar UMKM mampu naik kelas dan memiliki daya saing lebih tinggi.
Sebagai informasi, PESONA 2026 digelar di Kawasan Gajah Mada Lamongan dalam rangka memperingati Hari UMKM Nasional 2026 dan diikuti pelaku UMKM dari 27 kecamatan yang menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk kepada masyarakat, sehingga interaksi langsung dengan konsumen dapat membuka peluang pasar yang lebih luas.
Ia mengajak masyarakat ikut membeli dan mempromosikan produk UMKM lokal sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan usaha masyarakat. Sehingga, kunci sukses pemasaran UMKM agar naik kelas adalah bagaimana produknya dikenal, disukai, dibeli, dan pelanggan kembali membeli.
"Event ini diperuntukkan bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produknya. Mari dibeli dan diramaikan, ikut membantu mempromosikan UMKM di Kabupaten Lamongan," ujar jelas Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Senin (17/08/2026).
Diketahui, Pemkab Lamongan mencatat jumlah UMKM di daerah itu sekitar 111.310 unit. Pemerintah daerah juga mendorong penguatan legalitas usaha, antara lain melalui fasilitasi Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal. Sehingga, penguatan UMKM menjadi bagian penting dalam perekonomian Lamongan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, ekonomi Lamongan tumbuh 5,40 persen pada 2025, meningkat dibandingkan pertumbuhan 4,81 persen pada 2024. Oleh karenanya, UMKM berkontribusi pada pertumbuhan Ekonomi Lamongan yang tercatat sebagai penyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar 19,71 persen, berada tepat di bawah sektor pertanian yang memegang porsi utama sekitar 30 persen hingga 31 persen. lm-01/dsy
Editor : Redaksi