Jadi Ancaman Peternak, Lima Sapi di Kota Probolinggo Mati Terjangkit PMK

surabayapagi.com
Ilustrasi. Penjualan ternak sapi di Pasar Kota Probolinggo, Jawa Timur. SP/ PRB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Kota Probolinggo mulai dihantui wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Bahkan per tanggal 30 Desember 2024, wabah PMK telah menjangkit 146 ekor sapi bahkan ada yang dilaporkan mati akibat wabah tersebut dari total populasi sapi sebanyak 4.083 ekor. 

Berdasar data dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kota Probolinggo, 94 ekor masih dalam kondisi sakit, 47 ekor telah sembuh, 5 ekor mati. Namun, tidak ada laporan pemotongan paksa atau bersyarat. 

Baca juga: Dongkrak Swasembada Pangan, Poktan Probolinggo Mulai Percepat Tanam Padi

“Pemerintah Kota Probolinggo telah mengambil berbagai langkah strategis untuk mengendalikan penyebaran PMK,” jelas Kepala DPKPP Kota Probolinggo, Aries Santoso, Selasa (07/01/2025).

Upaya itu meliputi langkah strategis mengawasi pergerakan hewan ternak untuk mencegah penyebaran PMK. Mitigasi risiko penyebaran PMK itu melibatkan peternak, tenaga kesehatan hewan (keswan), dan kemitraan dengan pihak swasta.

Baca juga: Harga Cabai di Pasar Probolinggo Melonjak Rp60 Ribu Jelang Bulan Ramadhan

Lebih lanjut, pihaknya juga melakukan pelaporan, penanganan, penyidikan, pengobatan, serta vaksinasi untuk hewan sehat. Kemudian edukasi kepada masyarakat: mengajak peternak untuk aktif melaporkan kasus PMK.

“Saat ini, pengobatan terhadap ternak sakit dilakukan dengan memanfaatkan sarana dan obat-obatan yang tersedia. Vaksinasi, yang menjadi langkah preventif utama, masih menunggu proses pengadaan vaksin mandiri serta bantuan dari pemerintah pusat dan provinsi,” jelas dia.

Baca juga: Tangani 70 Kasus DBD, Dinkes P2KB Sumenep Gencarkan Pola Hidup Sehat Lewat 3M Plus

Sedangkan untuk wilayah di Kota Probolinggo dengan kasus PMK terbanyak berada di Kecamatan Wonoasih dengan jumlahnya mencapai 116 ekor terjangkit PMK. Sehingga, pihaknya juga tak lupa untuk terus mengimbau dengan meningkatkan kewaspadaan dini dan mengoptimalkan sumber daya yang ada, guna melakukan pengendalian secara terpadu. pr-02/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru