SURABAYAPAGI,com, Madiun - Setelah adanya temukan sejumlah kasus campak pada awal Tahun 2026, membuat Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) kini Kota Madiun, Jawa Timur mulai gencar berupaya melakukan pencegahan, yakni melalui imunisasi atau vaksin campak.
Dinkes Madiun menyebut temuan 13 kasus campak di wilayah setempat pada awal 2026. Sedangkan berdasarkan data Dinas Kesehatan PPKB setempat, pada 2025 tercatat 27 kasus campak, sedangkan Januari hingga Februari 2026 tercatat 13 kasus.
Kepala Dinkes PPKB Kota Madiun Denik Wuryani mengungkap jika saat ini pihaknya juga terus mendorong masyarakat yang belum mendapatkan imunisasi agar segera melengkapi program tersebut, termasuk melalui program Imunisasi Kejar atau catch-up bagi bayi usia 9 hingga 19 bulan yang belum mendapatkan vaksin campak.
Masyarakat juga diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala campak, terutama pada anak-anak. Gejala campak biasanya diawali dengan demam yang kemudian diikuti munculnya ruam kemerahan pada kulit. "Pada tahun 2025, cakupan imunisasi campak di Kota Madiun mencapai 99,66 persen dari target 95 persen. Artinya ini sudah melebihi target," kata Denik.
Selain itu, masyarakat juga dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan campak menjelang libur Lebaran 2026 yang identik dengan meningkatnya mobilitas dan pertemuan antar-anggota keluarga, dengan rajin menjaga kebersihan diri melalui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta membatasi kontak dengan kelompok rentan, terutama bayi.
Selain vaksinasi campak, katanya, hal penting lainnya untuk mencegah penyakit itu, yakni menerapkan hidup bersih dan sehat, antara lain dengan cara rajin mencuci tangan menggunakan sabun, memakai masker jika sakit, dan mengkonsumsi makanan bergizi untuk menjaga daya tahan tubuh. md-04/dsy
Editor : Redaksi