SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto – Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban terakhir yang terseret ombak di Pantai Drini, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Korban Rifky Yoeda Pratama (13) ditemukan Tim SAR dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 7.30 WIB. Posisinya berada di palung laut, tidak jauh dari titik penemuan 3 korban lainnya.
Baca juga: Gelapkan Uang Ratusan Juta, Admin Toko Keramik Mojokerto Terancam 2 tahun Kurungan
Diketahui, evakuasi jasad warga Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto tersebut memakan waktu cukup lama karena terjebak di palung laut dan harus menunggu gelombang reda.
"Alhamdulillah, pagi ini korban berhasil ditemukan dan akan segera dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di RSUD Gunungkidul untuk kemudian dibawa kembali ke Mojokerto,," kata Pj Wali Kota Mojokerto, Moh. Ali Kuncoro.
Dengan ditemukannya jenazah korban, lanjut Pj Walikota, dapat memberikan kepastian bagi keluarga yang ditinggalkan.
"Semoga dengan ditemukannya jenazah terakhir ini, bisa memberikan kelegaan bagi keluarga, bisa diberikan penghormatan terakhir dengan pemakaman sebagaimana disyariatkan," tutur Ali Kuncoro.
Baca juga: Pemkab Mojokerto Perkuat Perlindungan Jamsostek Pekerja Rentan melalui Optimalisasi DBHCHT
Petinggi Pemkot Mojokerto ini juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada tim Search and Rescue (SAR) gabungan yang telah membantu dalam pencarian kepada warganya yang tak kenal lelah dan waktu.
"Semoga Allah SWT membalas semua usaha keras dan kerja ikhlas kita dalam membantu sesama," ucapnya.
Pj Walikota meminta kepada seluruh unit penanganan bencana di OPD untuk terus bersiaga. Juga terus membangun komunikasi dengan unit penanganan bencana lainnya jika sewaktu-waktu terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Baca juga: An Namiroh Group Mojokerto Beri Hadiah Mobil Fortuner Untuk Apresiasi Mitra Agen
"Kita juga himbau kepada masyarakat yang hendak bepergian untuk tetap berhati-hati," pungkasnya.
Sebelumnya, tiga jenazah siswa SMPN 7 yang sudah diketemukan terlebih dahulu sudah dimakamkan pada Selasa malam setelah tiba di rumah duka.
Saat ini, dua siswa yang menjadi bagian dari rombongan masih dirawat intensif di rumah sakit. Salah satu siswa sudah sadar dan dapat berkomunikasi, sedangkan siswa lainnya masih dalam perawatan di ruang ICU. Dwi
Editor : Moch Ilham