Tanggulangi Banjir, Pemdes Bunderan Sidayu Perbanyak Bangun Sumur Resapan

Reporter : M. Aidid Koresponden Gresik
Sumur resapan untuk penanggulangan banjir yang dibangun oleh Pemdes Bunderan Sidayu. SP/Maidid

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Pemerintah Desa Bunderan, Kecamatan Sidayu, Gresik terus berupaya menanggulangi banjir yang kerap melanda wilayah perumahan, khususnya di Dusun Pelawean dan Buyungan.

Salah satu langkah strategis yang akan dilakukan tahun ini adalah penambahan sumur resapan di tiga titik serta pembangunan saluran air jenis u-ditch.

Baca juga: Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Trate Takjil Market Volume 4 Libatkan 130 UMKM dan Resmikan Outlet Trate Rasa

Sekretaris Desa Bunderan Syaikhu Munif menjelaskan bahwa rencana ini didasarkan pada keberhasilan pembuatan sumur resapan pada 2024 yang berlokasi di Dusun Pelawean RT 1 RW 2.

"Tahun lalu kita buat satu sumur resapan, dan terbukti efektif mengurangi genangan air. Dananya menghabiskan Rp10-12 juta dan hasilnya sangat memuaskan," ungkapnya, Kamis (22/05/2025).

Melihat keberhasilan tersebut, Pemdes Bunderan berinisiatif menambah tiga sumur resapan baru. Rinciannya, satu titik akan dibangun di Dusun Pelawean RT 2 RW 1, dan dua titik lainnya di Dusun Buyungan, masing-masing di RT 1 RW 3 dan RT 2 RW 3. 

Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp23 juta bersumber dari Dana Desa tahun anggaran 2025. Pembuatan sumur resapan ini dilakukan dengan teknik ngeblong hingga kedalaman sekitar 20 meter. 

"Air hujan yang sebelumnya menggenang di tengah jalan perumahan kini bisa langsung meresap ke tanah, sehingga banjir bisa dihindari," jelasnya.

Baca juga: GAPEKNAS Gresik Aktif Kembali, Pengurus Baru Siap Perkuat Kontraktor Lokal

Selain sumur resapan, Pemdes juga akan membangun saluran air permanen menggunakan u-ditch sepanjang 36 meter. Saluran ini akan dibangun di antara RT 1 dan RT 2 RW 1 sebagai penghubung utama aliran air hujan. 

Munif menyebutkan, saluran ini sangat penting karena saat ini tidak ada sistem penampungan air seperti waduk di sekitar wilayah tersebut.

"Air hujan selama ini tidak langsung mengalir karena tidak ada tempat penampungan. Maka dari itu, saluran u-ditch ini menjadi solusi penting," terangnya.

Baca juga: Imbas Viral ODGJ BAB Sembarangan, Alun-Alun Gresik Sepi Pedagang dan Pembeli

U-ditch yang akan digunakan memiliki ukuran 30×30 cm dengan panjang total 120 cm per unit. Untuk mencapai panjang saluran 36 meter, dibutuhkan sekitar 30 unit u-ditch. 

Proyek ini diperkirakan akan mulai dikerjakan dalam waktu dekat, dengan estimasi waktu pengerjaan sekitar dua minggu proyek tersebut akan menghabiskan dana sekitar Rp25 juta.

"Selain mengatasi banjir, program ini juga berkontribusi pada upaya pengurangan stunting. Karena lingkungan yang sehat dan bebas genangan air akan berdampak positif pada kesehatan masyarakat, terutama anak-anak," pungkasnya. grs

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru