Ponorogo Luncurkan Logo Hari Jadi Ke-530, Usung Simbol Persatuan 

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita saat melaunching logo hari jadi Kabupaten Ponorogo. 
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita saat melaunching logo hari jadi Kabupaten Ponorogo. 

i

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo meluncurkan logo resmi Hari Jadi Kabupaten Ponorogo ke-530 yang mengusung tema “Kidung Aruna Kinanti”. Logo tersebut menjadi identitas resmi seluruh rangkaian peringatan Hari Jadi Ponorogo tahun 2026 sekaligus merepresentasikan semangat persatuan, pelestarian budaya, dan pembangunan daerah.

Peluncuran logo dilakukan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, saat gelaran Ponorogo Street Fashion Carnival di Jalan HOS Cokroaminoto, Kamis (6/8/2026) malam.

Lisdyarita mengatakan, logo tersebut menggambarkan tekad Ponorogo untuk terus berkembang tanpa meninggalkan akar budaya yang menjadi identitas daerah.

“Logo ini menggambarkan Ponorogo yang terus tumbuh dalam harmoni budaya, bergerak dengan semangat persatuan. Selain itu serta melangkah menuju masa depan yang maju, kreatif, dan berdaya saing tanpa kehilangan jati dirinya,” kata Bunda Lisdyarita, Jumat (7/8/2026).

Menurut dia, desain logo dibuat dengan pendekatan modern agar mudah dikenali masyarakat. Meski tampil sederhana, setiap elemennya tetap berpijak pada filosofi lokal yang telah menjadi bagian dari identitas Ponorogo selama ratusan tahun.

Secara visual, angka 530 dirancang saling menyatu hingga membentuk Sekar Kinanthi atau bunga kehidupan. Bentuk tersebut melambangkan tuntunan, kebersamaan, serta nilai-nilai luhur yang terus hidup dalam kehidupan masyarakat Ponorogo.

Empat kelopak yang terbentuk dari susunan angka itu juga memiliki makna tersendiri. Masing-masing merepresentasikan persatuan masyarakat, harmoni budaya, semangat gotong royong, serta sinergi pembangunan sebagai fondasi kemajuan Kabupaten Ponorogo.

 

Tak hanya itu, seluruh garis pada logo bertemu di satu titik pusat. Filosofi tersebut menggambarkan keberagaman masyarakat Ponorogo yang dipersatukan oleh tujuan bersama, yakni membangun daerah dengan tetap menjaga akar budaya dan identitas lokal.

Makna logo juga diperkuat melalui pemilihan warna. Warna merah melambangkan keberanian dan semangat masyarakat. Sementara warna oranye dan kuning mencerminkan optimisme, kemakmuran, serta harapan akan masa depan yang lebih baik. Adapun warna biru menggambarkan kebijaksanaan, keteduhan, stabilitas, dan harmoni sosial. Perpaduan gradasi ketiga warna tersebut menjadi simbol keseimbangan antara tradisi dan perkembangan zaman.

 

Lisdyarita menegaskan, logo Hari Jadi ke-530 bukan sekadar identitas visual dalam setiap kegiatan peringatan. Menurut dia, logo tersebut juga menjadi pengingat bahwa perjalanan Ponorogo hingga memasuki usia lebih dari lima abad dibangun melalui persatuan, gotong royong, dan kecintaan terhadap budaya daerah.

 

“Logo ini menjadi identitas resmi seluruh rangkaian Hari Jadi ke-530 Kabupaten Ponorogo,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, Pemkab Ponorogo telah menyiapkan sejumlah agenda untuk memeriahkan Hari Jadi ke-530. Di antaranya Ponorogo Creative Festival yang digelar pada 4–7 Agustus 2026 serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Pemkab Ponorogo berharap nilai-nilai yang terkandung dalam logo tidak berhenti sebagai simbol seremonial. Semangat persatuan, pelestarian budaya, dan kolaborasi pembangunan diharapkan terus menginspirasi masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan Ponorogo yang semakin maju, kreatif, dan berdaya saing. roh

Berita Terbaru

Bangun Sinergi Kejar Target PAD Rp 1 Triliun, Bapenda Lamongan dan MGN Mulai Petakan Potensi Pendapatan Daerah

Bangun Sinergi Kejar Target PAD Rp 1 Triliun, Bapenda Lamongan dan MGN Mulai Petakan Potensi Pendapatan Daerah

Jumat, 18 Sep 2026 17:30 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 17:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sinergi semua pihak terus dibangun oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lamongan, agar target Pendapatan Asli Daerah…

Ada Keluhan Beras, Bulog Bojonegoro Respon Cepat Ganti Beras Berkualitas

Ada Keluhan Beras, Bulog Bojonegoro Respon Cepat Ganti Beras Berkualitas

Jumat, 18 Sep 2026 17:26 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 17:26 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Beberapa hari yang lalu, warga di wilayah Tuban mengeluhkan beras Program Bantuan Pangan (Banpang) tidak layak konsumsi, langsung…

Tak Bisa Narik Ojol Usai Kecelakaan, Hasim Dapat Kursi Roda dan Modal Dagang dari Kapolres Gresik

Tak Bisa Narik Ojol Usai Kecelakaan, Hasim Dapat Kursi Roda dan Modal Dagang dari Kapolres Gresik

Jumat, 18 Sep 2026 13:28 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Hampir sebulan setelah mengalami kecelakaan lalu lintas, Hasim (54), pengemudi ojek online (ojol) asal Gresik, belum bisa kembali m…

Pria Paruh Baya Dilaporkan ke Polres Blitar Kota Usai Curi Uang Istri Anggota DPR RI

Pria Paruh Baya Dilaporkan ke Polres Blitar Kota Usai Curi Uang Istri Anggota DPR RI

Jumat, 18 Sep 2026 13:18 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - AS pria berusia 59 warga Jajan Sudanco Supriadi, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, kini harus meringkuk dalam…

Jargas 7.363 Sambungan di Menganti Rampung, Tinggal Menunggu Gas Mengalir

Jargas 7.363 Sambungan di Menganti Rampung, Tinggal Menunggu Gas Mengalir

Jumat, 18 Sep 2026 13:16 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:16 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Warga Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, segera menikmati layanan jaringan gas bumi (Jargas) rumah tangga. Pembangunan i…

Tetapkan Lima Tersangka, Kejati Jatim Ungkap Dugaan Penyimpangan KUR BNI Jember

Tetapkan Lima Tersangka, Kejati Jatim Ungkap Dugaan Penyimpangan KUR BNI Jember

Jumat, 18 Sep 2026 13:05 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:05 WIB

SurabayaPagi, Jember — Pengusutan dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro di Jember terus berkembang. Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati J…