SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Proses evakuasi seorang pemuda berbobot sekitar 400 kilogram di Surabaya berlangsung dramatis dan penuh tantangan. Pria berinisial MS (23) tersebut harus dievakuasi dari rumah kosnya dalam kondisi sesak napas dan menderita hernia, Rabu (6/8/2025) sore.
Evakuasi dilakukan oleh tim dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya. MS dievakuasi dari kamar kosnya yang berada di lantai 1 sebuah bangunan di Jalan Brawijaya, Gang Kedurus I No. 54, Surabaya. Proses evakuasi berlangsung selama lebih dari satu jam, sejak pukul 17.14 WIB hingga selesai pada pukul 18.30 WIB.
Baca juga: Kebakaran Rumah Kosong di Darmo Baru Surabaya, Dua Petugas Damkar Alami Luka
“Kondisi pasien saat itu masih sadar, namun mengalami sesak napas dan diketahui menderita hernia,” ujar Kabid Damkar Kota Surabaya, Wasis Sutikno, Kamis (7/8/2025).
Petugas menghadapi tantangan besar karena gang menuju lokasi tempat MS tinggal hanya memiliki lebar sekitar 80 sentimeter, tidak cukup untuk dilalui alat evakuasi besar. Dengan berat badan pasien yang mencapai sekitar 400 kilogram, tim harus bekerja ekstra hati-hati dan menggunakan metode khusus agar proses pemindahan berjalan aman dan lancar.
Baca juga: Heboh Evakuasi Pria di Surabaya, Bobot Asli Jauh dari Kabar 400 Kg
Selama proses evakuasi, MS sempat diberikan bantuan oksigen karena mengalami kesulitan bernapas. Setelah berhasil dikeluarkan dari kamar kosnya, MS langsung dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Dr. M. Soewandhie Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
“Pasien langsung dibawa ke RS Soewandhie untuk mendapatkan perawatan,” tambah Wasis.
Baca juga: Borgol Macet, Tim Damkar Surabaya Evakuasi Tahanan di Polsek Semampir
Kejadian ini menjadi perhatian warga sekitar yang turut menyaksikan proses evakuasi yang melibatkan sejumlah personel dan peralatan khusus. Selain menunjukkan kesiapsiagaan petugas dalam menangani situasi darurat, peristiwa ini juga membuka mata publik akan pentingnya perhatian terhadap kondisi kesehatan ekstrem yang membutuhkan penanganan serius. Ad
Editor : Moch Ilham