SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Warga di wilayah Bojonegoro dan Tuban digegerkan fenomena viral di media sosial (medsos) karena diduga akibat penggunaan bahan bakar minyak (BBM) Pertalite, banyak sejumlah pemotor alami mogok hingga ramai-ramai membawa motornya ke bengkel terdekat.
Rata-rata mogok yang dialami tersebut karena motor brebet, hilang tenaga, hingga sulit distarter. Dan dari sejumlah bengkel yang tersebar di Bojonegoro dan Tuban, mereka setidaknya menerima puluhan motor dalam sehari dengan keluhan yang tidak jauh berbeda dan diduga karena penyebab yang sama.
Baca juga: Heboh! Ayam hingga Buah di Menu MBG Jombang Disebut Tak Layak Konsumsi
Salah satu mekanik bengkel resmi di Bojonegoro, Suliswanto mengungkapkan sejak Jumat (24/10/2025) sedikitnya dia menerima 45 unit motor dengan keluhan mesin tersendat, tarikan berat, hingga busi yang cepat mati.
"Rata-rata motor yang datang ke sini mengeluh brebet dan susah hidup. Setelah dicek, businya hitam dan cepat kotor. Indikasinya dari pembakaran yang tidak sempurna," kata Sulis, Senin (27/10/2025).
Lebih lanjut, sebagian besar motor yang mengalami kendala itu menggunakan bahan bakar Pertalite dari sejumlah SPBU yang ada di wilayah Kecamatan Kota, Bojonegoro dan sekitarnya.
Baca juga: Imbas Viral ODGJ BAB Sembarangan, Alun-Alun Gresik Sepi Pedagang dan Pembeli
Sedangkan untuk penanganan, tangki motor tersebut harus dikuras, kemudian dilakukan penggantian busi. Dengan penanganan itu rata-rata kondisi motor kembali normal.
"Setelah diganti busi dan bahan bakarnya dikuras, performa motor kembali seperti semula. Tapi kalau masih pakai bensin yang sama, ya brebet lagi," kata Sulis.
Baca juga: Difitnah Ibu-ibu Lecehkan Siswi SD, Kini Penjual Dawet di Mojokerto Takut Jualan
Menindaklanjuti keluhan fenomena yang viral tersebut, Pertamina Patra Niaga berjanji akan segera melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap sampel produk Pertalite yang telah diambil dari beberapa SPBU demi memastikan kualitas dan kesesuaian spesifikasi produk.
"Sampel produk dari SPBU yang ramai disampaikan via medsos juga sudah kami ambil untuk dikirimkan ke lab untuk pengujian lanjutan. Untuk laporan yang masuk sejauh ini hasil monitoring via medsos, namun untuk kelengkapan pendataan kami mengimbauagar masyarakat juga menyampaikan laporan melalui call center 135," jelas Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi. bj-01/dsy
Editor : Desy Ayu