SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Wakil Ketua DPRD Surabaya Bahtiyar Rifai mendorong agar program penanganan banjir harus menjadi prioritas utama dalam Musrenbang dan kebijakan pembangunan tahun 2026. Ia meminta semua elemen, mulai dari dinas teknis, camat, lurah, hingga masyarakat, untuk bersinergi menjaga keberlanjutan program. Penanggulangan banjir menjadi tugas bersama.
“Ketika Musrenbang nanti, saya harap ada pengawalan agar program penanganan banjir menjadi skala prioritas. Ini menyangkut hajat hidup warga Surabaya,” ungkap Bahtiyar, Jumat (7/11).
Baca juga: Surabaya Gagal Jadi Tuan Rumah Final Piala Presiden, Eri Cahyadi: Harus Dihormati
Pemkot tahun depan sudah menyiapkan anggaran mencapai Rp1,1 triliun untuk proyek pengendalian banjir. Termasuk penambahan lima rumah pompa baru yang akan melengkapi 76 unit eksisting di berbagai kawasan.
Pengawasan dan pelaksanaan di lapangan harus lebih maksimal. Penanganan banjir di Surabaya tidak bisa hanya disandarkan pada teknologi dan infrastruktur. Peran warga dalam menjaga kebersihan lingkungan juga menjadi faktor kunci yang menentukan.
Baca juga: Perkuat Satgas Anti Premanisme, Pemkot Surabaya: Warga Diminta Tak Takut Lapor
“Karena itu, penanganan banjir harus melibatkan semua pihak, dari pemerintah hingga warga. Partisipasi warga sangat menentukan. Mari bersama tangani banjir kota ini," kata pria asal Lamongan ini.
Menurutnya perencanaan penanganan banjir yang sudah menjadi agenda Pemkot Surabaya harus terus dioptimalkan. Ini bagian dari program penanganan banjir.
Baca juga: Perhatikan Kesehatan Mata Guru PAUD, Pemkot Surabaya Bagikan Kacamata dan Cek Kesehatan Gratis
Pembersihan sampah juga setiap saat harus digerakkan. Tidak perlu menunggu musim hujan. Begitu pula maintenance dan normalisasi saluran dengan mengeruk sedimen saluran.
Yang utama adalah mengembalikan fungsi saluran, drainase, dan gorong-gorong sebagaimana mestinya. Ternyata masih banyak bangunan, warung, PKL, yang berada diatas saluran. Alq
Editor : Moch Ilham