Turunkan Angka Stunting, Pemkot Kediri Komitmen Perkuat Kader TPK

surabayapagi.com
Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Pemkot Kediri Syamsul Bachri memberikan penghargaan saat kegiatan orientasi Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Kediri, Jawa Timur. SP/ KDR

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Dalam upaya menurunkan angka stunting, Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri, Jawa Timur telah berkomitmen akan memperkuat peran kader Tim Pendamping Keluarga (TPK). Dimana, kader TPK ini memiliki peran yang semakin penting seiring adanya kebijakan pemerintah terkait penurunan stunting hingga Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Tugas mulia ini harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan ketelitian agar program tersebut tepat sasaran dan benar-benar memberi dampak bagi kualitas tumbuh kembang anak,” jelas Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Pemkot Kediri Syamsul Bachri, Kamis (20/11/2025).

Baca juga: Keracunan Massal MBG, 200 Siswa dari 12 Sekolah di Surabaya Pusing hingga Mual

Lebih lanjut, pihaknya menegaskan bahwa peran TPK sebagai tenaga lini terdepan sangat penting dalam menekan angka stunting di Kota Kediri. Selain itu, para kader juga berperan dalam memfasilitasi rujukan kesehatan dan bantuan sosial, sehingga keluarga dengan risiko stunting dapat menerima layanan secara cepat dan sesuai kebutuhan.

Meski demikian, terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi para kader, diantaranya mulai dari memastikan data keluarga selalu mutakhir hingga memberikan edukasi gizi kepada keluarga yang belum memahami pentingnya pola asuh dan pemenuhan nutrisi.

Baca juga: Ning Ita Ajak Warga Mentikan Manfaatkan Imunisasi Gratis: Bagian dari Jariah Kesehatan

Di Kota Kediri, para kader akan bertugas melakukan pendataan, verifikasi, hingga pendistribusian makanan bergizi kepada tiga kelompok sasaran utama, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Meski tidak banyak mendapat sorotan publik, kata dia, pekerjaan para kader tersebut dinilai sangat berdampak nyata bagi kehidupan masyarakat. Selain memastikan keluarga mendapatkan pendampingan yang tepat, para kader juga berperan dalam memfasilitasi rujukan kesehatan dan bantuan sosial. 

Baca juga: Bansos TPA Pojok Cair Pekan Depan Sebesar Rp 1,8 Juta, Penerima Bertambah Jadi 3.315 KK

“Upaya mereka mungkin tidak viral, tetapi manfaatnya dirasakan langsung oleh keluarga-keluarga di Kota Kediri,” ujarnya.

Oleh karenaya, pihaknya berharap semangat para kader semakin kuat, koordinasi lintas sektor semakin solid, dan berbagai upaya pencegahan stunting dapat berjalan lebih efektif, demi masa depan generasi Kota Kediri dan untuk mewujudkan program Kota Kediri Mapan (Maju, Agamis, Produktif, Aman, dan Ngangeni). kd-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru