SURABAYAPAGI .com: Sejumlah media di Malaysia seperti New Straits Times, The Star, Free Malaysia Today, The Straits Times dan media dari Inggris BBC ikut menyorot tajam pencopotan Dadan dari Kepala BGN, pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Media Malaysia New Straits Times (NST) memberitakan pencopotan itu dengan judul: "Prabowo removes head of free meals agency over governance concerns."
"Presiden Indonesia Prabowo Subianto telah memecat kepala Badan Gizi Nasional yang mengelola program unggulannya, yaitu pemberian makanan bergizi gratis di sekolah senilai US$20 miliar, kata seorang pejabat, dengan alasan masalah tata kelola dan kualitas makanan," tulis NST dalam laporannya.
NST pun menyoroti kekhawatiran para investor tentang dampak pengeluaran Prabowo terhadap anggaran negara untuk proyek-proyek kesejahteraan besar, termasuk program makan siang gratis.
"Pemerintah berencana menghabiskan 268 triliun rupiah (US$15 miliar) untuk program tersebut tahun ini, lebih rendah dari alokasi awal sebesar 335 triliun rupiah," tulis NST.
Sorotan The Star& BBC
Media Malaysia lainnya, The Star, juga memberitakan pencopotan Dadan oleh Prabowo. Sejumlah masalah pelaksanaan Makan Bergisi Gratis (MBG) juga tak luput dari sorotan The Star.
"Skema miliaran dolar yang sangat digembar-gemborkan itu adalah kebijakan unggulan kampanye pemilihan Prabowo tahun 2024," tulis The Star.
Kantor berita Kerajaan Inggris BBC pun ikut menyoroti isu pemecatan Dadan dari Kepala BGN.
"Pemecatan Dadan Hindayana, seorang ahli entomologi, terjadi seminggu setelah lembaga pengawas korupsi Indonesia mengajukan pengaduan yang menuduh terdapat inkonsistensi dalam penganggaran di berbagai dapur," tulis BBC.
"Prabowo sendiri telah dikritik atas program tersebut, terutama karena biayanya yang besar di saat Indonesia sedang bergulat dengan surplus perdagangan yang menyusut dan mata uang yang lemah."
Sorotan AFP & The Straits Times
AFP, kantor berita internasional yang berpusat di Paris, Prancis, yang memberitakan pencopotan itu dalam sebuah artikel berjudul "Indonesian president sacks head of free meal scheme".
"Presiden Indonesia Prabowo Subianto pada hari Selasa mencopot kepala badan yang bertanggung jawab atas program makan gratis sekolah andalannya, yang telah tercoreng oleh kasus keracunan makanan massal dan tuduhan korupsi," demikian AFP mengawali laporannya.
"Program bernilai miliaran dolar yang sangat digembar-gemborkan ini merupakan kebijakan unggulan kampanye pemilihan Prabowo tahun 2024. Pemerintah mengatakan telah menyediakan makanan kepada lebih dari 61 juta orang hingga Maret, tetapi puluhan ribu orang jatuh sakit sejak program tersebut diluncurkan pada Januari tahun lalu," imbuh AFP dalam laporannya.
Media ternama Singapura, The Straits Times juga memberitakan pemecatan Kepala BGN, pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut, dalam artikel berjudul: "Indonesia's Prabowo sacks head of free meal scheme that sickened thousands".
Media tersebut mengutip pernyataan Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi kepada wartawan di Jakarta pada Selasa (2/6) malam.
"Presiden telah memutuskan untuk melakukan perubahan pada kepemimpinan Badan Gizi Nasional," kata Prasetyo dengan menyebutkan kualitas makanan sebagai salah satu dari berbagai kekhawatiran di balik langkah tersebut.
Ditulis The Straits Times, para kritikus telah menyerukan agar program tersebut ditangguhkan karena masalah kebersihan dan tuduhan korupsi.
"Pemerintah akan terus memastikan bahwa selama proses evaluasi yang sedang berlangsung, semua program Badan Gizi Nasional akan terus berjalan sebagaimana mestinya," ujar Prasetyo.
Media Malaysia, The Star juga turut memberitakan pemecatan tersebut dalam artikel berjudul: "Indonesian president sacks head of free meal scheme".
Dadan Hindayana ahli Entomologi
Dadan dikenal seorang ahli entomologi yang memimpin BGN sejak awal pembentukannya, kini digantikan oleh wakilnya, Nanik Sudaryati Deyang.
Bulan lalu, lembaga pengawas antikorupsi Indonesia Corruption Watch mengajukan pengaduan terhadap Dadan dengan alasan dugaan penyimpangan anggaran. Tahun lalu, Dadan mengatakan kepada DPR bahwa program MBG bertanggung jawab atas setidaknya 11.000 kasus keracunan, dengan lebih dari 600 orang dirawat di rumah sakit. n tim Litbang SP
Editor : Redaksi