Viral Sumur Bor Milik Warga di Bangkalan Keluarkan Minyak, Pemkab Mulai Uji Lab

surabayapagi.com
Tangkapan layar video. Sumur Bor di Desa Panyaksagan, Kecamatan Klampis Bangkalan yang mengeluarkan cairan mirip Pertalite. SP/ BNG

SURABAYAPAGI.com, Bangkalan - Melihat viralnya sumur bor milik warga yang mengeluarkan minyak di Desa Panyaksagan, Kecamatan Klampis di media sosial (medsos) mulai diselidiki Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan. Pasalnya, sumur tersebut mengeluarkan minyak saat pengeboran dilakukan pada kedalaman 105 meter.

"Saat ini kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Bagian Perekonomian Pemkab Bangkalan sebagai dasar pertimbangan laporan ke Bagian Energi dan Sumber Daya Mineral Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar dilakukan uji lab," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan, Zainul Qomar, Jumat (09/01/2026).

Baca juga: Heboh! Diduga Lakukan Kekerasan Fisik ke Siswa, Pelatih Basket di Sekolah Surabaya Harus 'Dipecat'

Diketahui, sumur tersebut milik salah satu warga bernama Auda (43) itu, dimana saat itu tiba-tiba pipa pada pengeboran pada lubang sumur bor tiba-tiba mengeluarkan cairan berwarna coklat menyerupai minyak mentah dan bisa dibakar.

Tentu saja peristiwa tersebut, menjadi perhatian warga sekitar, bahkan banyak warga yang sengaja mengambil cairan itu dan sebagian ada yang melakukan uji coba dengan cara dibakar. Sehingga, menindaklanjuti laporan warga tersebut, Pemkab Bangkalan saat ini telah mengambil sampel cairan yang menyerupai minyak tanah itu untuk dilakukan uji laboratorium ke ESDM Pemprov Jatim.

Baca juga: Fraksi PDIP DPRD Jatim Desak Penertiban Ormas di Jatim, Buntut Kasus Pengusiran Nenek Elina

"Kejadiannya tadi pagi, dan saat ini lokasi sumur bor yang keluar minyak itu sudah kami tutup untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.

"Petugas dari aparat kepolisian Polres Bangkalan juga telah memasang garis polisi untuk mencegah adanya warga yang mendekat ke lokasi itu, khawatir terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan," tambahnya.

Baca juga: DPR RI Geram Ada Pengusaha Tolak Rupiah

Diketahui sebelumnya, kasus sumur bor mengeluarkan cairan berupa minyak mentah sebagaimana di Desa Panyaksagan, Kecamatan Klampis ini bukan yang pertama kali di Bangkalan. Dan pada September 2025 kasus serupa juga terjadi di Dusun Lonbilleh, Desa Tramok, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan saat pengeboran mencapai kedalaman 59 meter. bg-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru