Reses di Sidoarjo, Adam Rusydi Serap Aspirasi Soal Banjir hingga Pendidikan

surabayapagi.com
Adam Rusydi (kiri) saat reses di Kecamatan Suko Kabupaten Sidoarjo, Rabo 11/2/2026. SP/Riko Abdiono

SURABAYAPAGI.COM, Sidoarjo — Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi Partai Golkar, Adam Rusydi, melaksanakan kegiatan reses sekaligus menyerap berbagai aspirasi masyarakat di Kabupaten Sidoarjo. Sejumlah persoalan mengemuka, mulai dari banjir, pendidikan, kesehatan, hingga perbaikan saluran irigasi.

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo (M10SI), Muhir, menyampaikan harapan agar ada dukungan konkret di bidang pendidikan, khususnya terkait fasilitas sekolah yang masih perlu dilengkapi untuk menunjang proses belajar mengajar.

Baca juga: Reses Musyafak Rouf Ungkap Banyak Pelajar di Kota Surabaya Tak Mampu Bayar Sekolah 

“Kami berharap ada bantuan di bidang pendidikan, terutama fasilitas sekolah yang masih perlu dilengkapi agar menunjang kualitas pembelajaran di SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo,” ujarnya.

Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sidoarjo, Wisnu, turut menegaskan pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan swasta dan pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan dan layanan kesehatan.

Menanggapi aspirasi tersebut, Adam Rusydi mengapresiasi peran Muhammadiyah yang dinilai konsisten dalam dunia pendidikan dan kesehatan.

“Kami pernah membantu TK di Buduran dan Porong. Kami apresiasi Muhammadiyah yang sangat konsen di dunia pendidikan dan kesehatan. Terlebih pengelolaan aset Muhammadiyah juga sangat luar biasa,” kata Adam.

Ketua Komisi C ini menegaskan bahwa setiap bantuan atau usulan yang diajukan atas nama aspirator harus benar-benar dimanfaatkan dengan baik dan sesuai peruntukan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Berkaitan dengan bangunan ini menjadi sangat penting. Usulan atas nama aspirator harus dipergunakan dengan baik agar tidak terjadi masalah ke depan,” tegasnya.

Terkait bantuan pendidikan, Adam juga membuka peluang akses Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) bagi siswa yang benar-benar kurang mampu.

“Monggo di SMP Muhammadiyah 10, jika memang betul-betul ada siswa yang kurang mampu untuk mendapatkan beasiswa PIP, silakan diajukan,” ujarnya.

Baca juga: Timbunan Sampah Jatim Tembus Jutaan Ton, DPRD Minta Pemprov Bergerak

Selain itu, aspirasi juga datang dari Mufajar, salah satu guru SMP, yang mengusulkan agar ada program beasiswa atau peningkatan kapasitas bagi guru sekolah swasta guna meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan.

“Barangkali untuk guru sekolah swasta bisa dianggarkan beasiswa untuk meningkatkan kualitas dan mutu guru. Itu nanti akan berpengaruh pada akreditasi sekolah dan sertifikasi guru,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Adam menyatakan dukungannya terhadap peningkatan sumber daya manusia, khususnya kapasitas guru.

“Peningkatan SDM dan kapasitas guru, monggo. Itu penting untuk masa depan pendidikan kita,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Adam juga menyinggung soal transparansi pengelolaan dana komite sekolah. Ia menegaskan bahwa sekolah pada dasarnya tidak berani melakukan pungutan liar, namun terkadang komite sekolah memberlakukan kesepakatan bersama orang tua siswa.

Baca juga: Eksekutif dan Legislatif Belum Satu Frekuensi, Pansus BUMD DPRD Jatim Angkat Alarm

“Yang diinginkan masyarakat itu sederhana, transparansi. Kalau memang bentuknya sumbangan, bagi orang tua yang tidak mampu harus diberi kelonggaran. Bagi yang mampu bisa memberikan lebih, sehingga ada subsidi silang,” jelasnya.

Menurutnya, kepedulian terhadap pendidikan merupakan bentuk investasi jangka panjang sekaligus amal jariyah bagi masa depan generasi muda.

“Ketika kita mampu, wajib peduli pada pendidikan. Insya Allah menjadi jariyah dan ilmu yang didapat anak-anak kita akan membawa dampak baik. Pendidikan ini adalah masa depan generasi muda kita,” pungkasnya.

Selain sektor pendidikan, dalam reses tersebut masyarakat juga menyampaikan keluhan terkait banjir yang kerap terjadi di sejumlah wilayah Sidoarjo, persoalan layanan kesehatan, serta kebutuhan normalisasi dan perbaikan saluran irigasi untuk mendukung pertanian dan mencegah genangan saat musim hujan. “Roadmap penanganan Banjir di Sidoarjo sudah dibahas oleh Bappeda Jawa Timur, kita akan terus kawal untuk sinkronisasi anggaran agar titik-titik genangan segera ditangani infrastrukturnya,” sebutnya.

Adam memastikan seluruh aspirasi tersebut akan menjadi catatan untuk diperjuangkan melalui mekanisme pembahasan di DPRD Jawa Timur sesuai kewenangan yang dimiliki. rko

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru