Wadah Serap Aspirasi, Ketua Musyafak Dorong Pelatihan Kerja hingga Kepedulian Sosial

author Riko Abdiono

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM – Ketua DPRD Jawa Timur Musyafak Rouf menegaskan kegiatan reses bukan sekadar agenda seremonial, melainkan forum konstitusional bagi wakil rakyat untuk menyerap aspirasi masyarakat sebagai bahan penyusunan kebijakan dan program pembangunan daerah.

Hal itu disampaikan Musyafak saat menggelar reses di Aula Mbah Sunan Ampel, Kecamatan Gayungan, Surabaya, Senin (27/7/2026). Dalam dialog tersebut, warga menyampaikan berbagai persoalan, mulai dari kebutuhan kepemudaan, bantuan sosial, pelatihan kerja, hingga mekanisme penyampaian usulan pembangunan.

Politisi PKB itu mengungkapkan masih banyak masyarakat yang belum memahami fungsi reses. Salah satunya terlihat ketika seorang mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengajukan permohonan bantuan pengadaan seragam panitia peringatan Hari Kemerdekaan.

Musyafak menjelaskan bahwa permintaan tersebut tidak dapat dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) karena tidak sesuai dengan ketentuan penggunaan anggaran pemerintah. Meski demikian, ia mengaku tetap berupaya membantu masyarakat melalui dana pribadi sebagai bentuk kepedulian.

"Kalau melalui APBD tentu tidak bisa karena tidak sesuai aturan. Tetapi sebagai anggota DPRD, kami tetap berupaya membantu secara pribadi untuk kebutuhan masyarakat yang sifatnya insidental," ujarnya.
Selain itu, warga juga mengeluhkan belum dapat mengakses Program Pemuda Tangguh akibat kendala persyaratan administrasi. Menurut Musyafak, program tersebut harus benar-benar menyasar masyarakat yang berhak sehingga proses pendataan dan verifikasi perlu dilakukan secara akurat.

Dalam kesempatan itu, ia juga menjelaskan bahwa aspirasi masyarakat tidak hanya dapat disampaikan saat reses. Warga dapat mengusulkan kebutuhan pembangunan melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) maupun pemerintah daerah, sedangkan reses menjadi sarana DPRD menghimpun aspirasi secara langsung dari masyarakat.

"Melalui reses ini kami menampung harapan masyarakat agar pemerintah provinsi lebih berpihak pada kebutuhan warga, terutama di bidang kesehatan, pendidikan, dan pelatihan keterampilan bagi anak muda yang belum mendapatkan pekerjaan," katanya.

Musyafak menilai perluasan program pelatihan keterampilan menjadi kebutuhan mendesak di tengah meningkatnya tantangan dunia kerja dan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). Menurutnya, pelatihan seperti barber, pengembangan UMKM, hingga keterampilan vokasi lainnya perlu terus diperbanyak agar mampu menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja baru.

"Kita harus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan solusi. Ketika banyak anak muda belum mendapatkan pekerjaan dan terjadi PHK di berbagai sektor, pemerintah harus memperbanyak pelatihan keterampilan agar mereka memiliki bekal untuk mandiri dan berwirausaha," tegasnya.

Ia berharap masyarakat semakin memahami fungsi reses sebagai jembatan antara kebutuhan warga dan kebijakan pemerintah daerah, sehingga setiap aspirasi yang disampaikan dapat menjadi dasar penyusunan program pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berpihak kepada masyarakat Jawa Timur. rko

Tag :

Berita Terbaru

Dinkes Banyuwangi Catat 28 Pasien Cuci Darah Berusia di Bawah 30 Tahun, Ini Pemicunya

Dinkes Banyuwangi Catat 28 Pasien Cuci Darah Berusia di Bawah 30 Tahun, Ini Pemicunya

Kamis, 17 Sep 2026 13:06 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 13:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyuwangi mencatat ada sebanyak 28 pasien masih berusia di bawah 30 tahun, harus menjalani…

Targetkan PAD Naik 1 Triliun, Bupati Lamongan Tegaskan Bukan Menaikan Beban Masyarakat

Targetkan PAD Naik 1 Triliun, Bupati Lamongan Tegaskan Bukan Menaikan Beban Masyarakat

Kamis, 17 Sep 2026 12:41 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 12:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Target menaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) capai Rp 1 Triliun adalah misi untuk memaksimalkan potensi penyerapan pendapatan…

Petakan Program hingga Tingkat Desa, Pemkab Trenggalek Komitmen Tekan Angka Kemiskinan

Petakan Program hingga Tingkat Desa, Pemkab Trenggalek Komitmen Tekan Angka Kemiskinan

Kamis, 17 Sep 2026 12:05 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 12:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Sebagai upaya dalam menekan angka kemiskinan yang masih berada di 10,29 persen, sementara target dalam RPJMD ditetapkan sebesar…

Datangi Kemensos, Pemkab Situbondo Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat

Datangi Kemensos, Pemkab Situbondo Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat

Kamis, 17 Sep 2026 12:02 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 12:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Sebagai upaya percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di daerah Situbondo, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat mendatangi dan…

Lewat KISI 2026, Pemkab Sidoarjo Dorong Terciptanya Inovasi Pemerintahan

Lewat KISI 2026, Pemkab Sidoarjo Dorong Terciptanya Inovasi Pemerintahan

Kamis, 17 Sep 2026 11:07 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 11:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Melalui ajang Kompetisi Inovasi Sidoarjo (KISI) 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mendorong terciptanya inovasi…

Dorong Optimalisasi Produksi Garam Pemkab Malang Terapkan Sistem ‘Tunnel’

Dorong Optimalisasi Produksi Garam Pemkab Malang Terapkan Sistem ‘Tunnel’

Kamis, 17 Sep 2026 11:01 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 11:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Sebagai upaya untuk meningkatkan produksi garam, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, menyatakan penerapan sistem tunnel. Sehingga,…