SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Ratusan warga Desa Bogempinggir, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo menggelar aksi ritual larung sesaji sedekah bumi, Jumat (13/2/2026)
Acara ini merupakan bentuk syukur atas nikmat dari Tuhan yang maha kuasa atas rezeki yang telah dilimpahkan.
Baca juga: Dedi Irwansyah Dorong Hasil Pajak Kendaraan Bermotor 30% Untuk Bangun Jalan Desa
“Sebagai salah satu ritual adat yang bersifat religius, mohon perlindungan kepada Allah SWT, agar warga dijauhkan dari mara bahaya dan mendapatkan rezeki yang melimpah," ujar Haji Sutikno, Kepala Desa (Kades) Bogempinggir, saat ditemui Surabaya Pagi di lokasi acara ritual sedekah bumi.
Kades Haji Sutikno, juga menyampaikan, sedekah bumi tersebut rutin dilakukan di tiap bulan Sura.Sebelum dilaksanakan prosesi larung, diawali dengan doa bersama. Kemudian, malam harinya acara sedekah bumi dilanjutkan dengan hiburan wayang kulit semalam suntuk.
"Doa untuk memohon kepada sang Kuasa agar hasil panen ke depan semakin melimpah," ujarnya.
Larung Sesaji ini sengaja dilestarikan oleh warga setempat untuk melindungi dari balak dan malapetaka. Mengingat dulunya pernah terjadi tragedi perahu penyeberangan terguling di sungai yang menghubungkan antara warga Sidoarjo dengan Gersik.
Baca juga: Posyandu Lansia di Pos Mawar I Bersukaria, Bawa Pulang Sayur Mayur 1 Kresek
"Kejadian itu menyebabkan banyak korban jiwa saat menaiki perahu penyebrangan. Sejak saat itu, tradisi ini selalu diperingati turun temurun," terangnya.
Selain itu, Haji Sutikno juga menjelaskan jika, prosesi Larung Sesaji yang digelar oleh warga desanya yang diawali dengan doa bersama di pendopo kantor desa setempat, kemudian tumpeng sesaji diarak keliling dan dilarung ke sungai.
"Tradisi ini tidak hanya menjadi bagian dari warisan budaya, tetapi juga menjadi daya tarik wisata lokal yang diharapkan terus dilestarikan oleh generasi mendatang," jelasnya.
Baca juga: Rekom DPRD Sidoarjo, PKL CFD Pedalindo Kembali ke Ponti atau Alun-Alun
Salah satu warga yang menyaksikan sedekah bumi yakni Sueb mengaku sudah sangat menunggu momen tersebut. Setiap tahun dirinya selalu mengikuti acara larungan ini.
“Rebutan sesaji, ngalap berkah," ujarnya. (jum)
Editor : Redaksi