SURABAYAPAGI.COM,Madiun - Di tengah gencarnya narasi keberpihakan pada UMKM dan pasar rakyat, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa justru mengajak puluhan siswa sekolah luar biasa (SLB) belanja baju lebaran di sebuah mal di Kota Madiun.
Kegiatan yang diklaim sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan Ramadhan ini memantik pertanyaan kenapa pasar tradisional tidak dipilih sebagai lokasi belanja.
Baca juga: Gubernur Jatim Khofifah Salurkan BLT DBHCHT untuk Ribuan Buruh Pabrik Rokok di Surabaya
Diketahui, sebanyak 95 siswa difabel dari sejumlah SLB di Kota dan Kabupaten Madiun diajak langsung memilih pakaian lebaran di pusat perbelanjaan modern, Kamis (12/3/2026). Para siswa datang bersama guru dan orang tua, sementara Khofifah terlihat mendampingi mereka saat berbelanja.
Saat dikonfirmasi, Khofifah berdalih belanja baju lebaran tersebut menggunakan sistem voucher yang terhubung dengan pembayaran digital. Sehingga menurutnya sulit jika dilakukan di pasar tradisional. “Kalau ke pasar tradisional yang punya mesin pembayaran coba cek ada nggak?," ujar Khofifah usai kegiatan Sapa Bansos Amaliyah Ramadan 1447 H di Pendapa Muda Graha.
Baca juga: Pimpin Jatim 2025-2030, Khofifah-Emil Usung Visi Gerbang Baru Nusantara
Khofifah juga beralasan kebutuhan pakaian bagi para siswa lebih mudah dipenuhi di pusat perbelanjaan modern karena tersedia dalam satu tempat. Berbeda dengan pasar tradisional yang harus berpindah dari satu toko ke toko lain.
"Kalau di pasar harus pindah dari toko A ke toko B ke toko C. Di sini (mal) kan sudah one stop shopping. Carikan pasar yang bisa," katanya.
Baca juga: Sambut Kemenangan Khofifah - Emil, BHS Berharap Sektor Industri Pariwisata Jatim Mendunia
Saat ditanya kenapa tidak dilakukan upaya stimulasi ke pasar tradisional, Khofifah beralasan upaya itu butuh waktu. “Itu tidak cukup satu dua hari (stimulasi)," kilah Khofifah sambil bergegas masuk ke mobil dinas.mdn
Editor : Redaksi