CMK Tegaskan Komitmen Good Governance untuk Perkuat Industri Perhiasan Nasional

Reporter : Arlana Chandra Wijaya

SurabayaPagi, Jakarta – Central Mega Kencana (CMK) menegaskan komitmennya dalam menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Governance) secara konsisten di seluruh lini bisnisnya.

Grup perhiasan yang menaungi MONDIAL, Frank & co., dan The Palace Jeweler ini menilai tata kelola yang kuat menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan, menjaga reputasi, serta memastikan keberlanjutan usaha di industri perhiasan.

Baca juga: An Odyssey of Majestic Realms, Perjalanan 46 Tahun Mondial Hadirkan Inovasi Perhiasan

Chief Operation Officer CMK, Petronella Soan, mengatakan penerapan Good Governance dilakukan secara disiplin melalui tiga pilar utama, yakni kepatuhan pajak dan bea cukai, responsible sourcing, serta pencegahan tindak pidana pencucian uang.

“Kami memastikan setiap aspek operasional dijalankan secara transparan, mulai dari kepatuhan pajak dan kepabeanan, penggunaan bahan baku yang bertanggung jawab, hingga pengawasan transaksi,” ujarnya.

Dalam aspek kepatuhan pajak dan kepabeanan, CMK secara konsisten memenuhi kewajiban sesuai regulasi yang berlaku di Indonesia. Perusahaan tercatat sebagai salah satu importir berlian terbesar di Indonesia, dengan kontribusi sekitar 90 persen dari total impor berlian nasional atau senilai USD 46,94 juta berdasarkan data Badan Pusat Statistik.

CMK juga menegaskan komitmennya terhadap penggunaan berlian alami yang bebas konflik (conflict-free diamonds). Untuk memastikan hal tersebut, perusahaan bekerja sama dengan perusahaan tambang berlian global yang menerapkan standar tinggi terkait kesejahteraan pekerja dan kelestarian lingkungan.

Selain itu, setiap berlian yang diterima akan melalui proses verifikasi ulang di laboratorium internal CMK guna menjamin kualitas dan transparansi sebelum digunakan dalam produksi.

Di sisi lain, CMK juga menerapkan prinsip pencegahan pencucian uang dengan memastikan setiap transaksi tercatat secara akuntabel serta mengenal profil pelanggan secara menyeluruh.

Komitmen terhadap tata kelola tersebut turut mendapat apresiasi dari regulator. CMK menerima sejumlah penghargaan, di antaranya Piagam Bea Cukai sebagai importir barang bernilai tinggi serta Tax Payers Award dari otoritas pajak atas kepatuhan dan transparansi perusahaan.

Selain aspek tata kelola, CMK juga menjalankan praktik bisnis berkelanjutan, seperti penggunaan material emas berkelanjutan (sustainable gold), pengembangan sumber daya manusia, serta pemberdayaan komunitas.

Melalui penerapan tata kelola yang kuat dan praktik bisnis berintegritas, CMK optimistis dapat terus memperkuat posisinya sebagai pelaku industri perhiasan yang terpercaya di Indonesia. Byb

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru