SIG Pertahankan Kinerja Positif di 2025 Lewat Transformasi dan Efisiensi

Reporter : M. Aidid Koresponden Gresik

SURABAYAPAGI.com, Gresik – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) berhasil menjaga kinerja keuangan tetap positif sepanjang tahun 2025 di tengah tekanan industri bahan bangunan yang melambat. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang telah diaudit, SIG mencatatkan volume penjualan sebesar 37,93 juta ton dengan pendapatan mencapai Rp35,24 triliun.

Dari sisi profitabilitas, beban pokok pendapatan tercatat Rp28,17 triliun dengan EBITDA sebesar Rp4,49 triliun. Adapun laba sebelum pajak mencapai Rp602 miliar, sementara laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp191 miliar.

Baca juga: Lewat Operational Excellence, SIG Catatkan Laba Rp 472 Miliar di Kuartal I Tahun 2024

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menjelaskan bahwa capaian ini tidak lepas dari konsistensi perusahaan dalam menjalankan transformasi bisnis sejak Juli 2025. 

Transformasi tersebut difokuskan pada tiga pilar utama, yakni penguatan pengelolaan pasar mikro, peningkatan efisiensi biaya, serta optimalisasi produk turunan semen dan portofolio.

“Hasilnya mulai terlihat pada paruh kedua tahun 2025, di mana penjualan domestik menunjukkan tren perbaikan yang berkontribusi pada kinerja tahunan,” ujar Vita.

Selain memperkuat pasar domestik, SIG juga agresif menggarap pasar regional. Sepanjang 2025, penjualan regional mencapai 7,95 juta ton atau tumbuh 14,3% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 6,96 juta ton.

Di sisi efisiensi, perusahaan berhasil menekan beban pokok pendapatan sebesar 0,3% serta menurunkan beban usaha di luar beban operasi lainnya sebesar 1,1% secara tahunan.

Pengelolaan keuangan yang disiplin juga mendorong penurunan biaya keuangan bersih hingga 32,7% dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut Vita, disiplin dalam menjalankan transformasi membuat SIG lebih tangguh menghadapi dinamika industri yang penuh tantangan. 

Baca juga: Belanja TKDN Naik Rp23,7 Triliun, SIG Raih Apresiasi P3DN Terbaik dari Kementerian Perindustrian

“Ini membuktikan bahwa perusahaan tetap mampu menjaga profitabilitas meskipun pasar domestik masih melambat,” tambahnya.

Ke depan, SIG optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan melalui berbagai inisiatif strategis. Salah satunya adalah pengembangan fasilitas produksi dan dermaga ekspor di Tuban, Jawa Timur, yang merupakan bagian dari kerja sama dengan Taiheiyo Cement Corporation.

Perusahaan menargetkan kegiatan ekspor dari fasilitas tersebut mulai berjalan pada pertengahan 2026 dengan kapasitas 500 ribu hingga 1 juta ton semen per tahun. Selain itu, kerja sama tersebut juga mencakup pengembangan bisnis stabilisasi tanah (soil stabilization) untuk membuka peluang pasar baru.

Komitmen Keberlanjutan Kian Menguat
Tidak hanya fokus pada kinerja bisnis, SIG juga terus memperkuat aspek keberlanjutan. Sepanjang 2025, perusahaan berhasil menurunkan intensitas emisi gas rumah kaca (GRK) cakupan 1 menjadi 561 kg CO2 per ton semen, atau turun 21% dibandingkan baseline 2010.

Sementara itu, emisi cakupan 2 juga mengalami penurunan menjadi 57 kg CO2 per ton semen, lebih rendah 15% dibandingkan baseline 2019.

Pencapaian ini didukung oleh peningkatan penggunaan bahan bakar alternatif seperti biomassa, refuse-derived fuel (RDF), serta limbah industri. SIG juga mengembangkan energi terbarukan melalui pemanfaatan panel surya dan teknologi pemanfaatan panas buang menjadi listrik (Waste Heat Recovery Power Generation).

Sepanjang 2025, penggunaan bahan bakar alternatif mencapai 681.567 ton, meningkat dari tahun sebelumnya. Tingkat substitusi energi panas juga naik menjadi 9,77�ri sebelumnya 7,56% pada 2024.

“Bagi SIG, keberlanjutan merupakan bagian integral dari strategi bisnis. Kinerja lingkungan dan kinerja keuangan berjalan beriringan dan saling memperkuat,” jelas Vita. did

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru