SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Dalam rangka mengantisipasi kebakaran dan ledakan lantaran pengeboran sumur di di Dusun Somangkaan, Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, ternyata mengandung unsur gas, sehingga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur menghentikan (setop) pengeboran sumur tersebut
Gejala adanya gas tersebut awalnya ditandai dengan aroma yang sangat tajam serta munculnya semburan api saat dilakukan pengujian awal di lubang bor. Bahkan, saat pengeboran tersebut, mengeluarkan bau menyengat, dan menyemburkan api saat disulut.
Baca juga: Viral, Sepiring Mi Goreng di Terminal Purabaya Seharga Rp15 Ribu Tanpa Telor
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Sumenep Dadang Dedy Iskandar mengungkap jika sebelumnya juga telah mengambil sampel dari air sumur bor itu dan hasilnya memang mengandung gas, sehingga meminta pemilik agar menghentikan pengeboran.
Baca juga: Dinilai Efektif, SPPG di Kota Malang Mulai Uji Coba Terapkan MBG Konsep 'Prasmanan'
"Per hari ini, kami minta agar pengeboran sumur tersebut resmi dihentikan, karena berdasarkan uji laboratorium yang kami lakukan, memang mengandung gas. Kalau sebelumnya instruksi penghentian yang kami sampaikan hanya sementara, tapi saat ini, kami meminta agar dihentikan total," katanya, Minggu (05/04/2026).
Sementara itu, diketahui juga jika sumur bor yang mengandung gas dan mudah terbakar jika disulut dengan api tersebut milik warga bernama Zamroni. Sumur itu mengeluarkan setelah pengeboran dilakukan pada kedalaman sekitar 20 kilometer. "Saat itu, mengeluarkan bau menyengat, dan menyemburkan api saat disulut," katanya.
Baca juga: Reklamasi Diduga Tanpa Kepastian Izin di Pesisir Gresik, Nelayan Kehilangan Ruang Hidup
Sedangkan terkait kasus sumur bor mengandung gas di Dusun Somangkaan, Desa Karduluk ini merupakan kali kedua sepanjang 10 tahun terakhir ini. Sebelumnya, pada 2016 kasus serupa juga terjadi di Dusun Janggerra Timur, Desa Gadding, Kecamatan Manding, Sumenep. Pengeboran sumur ini juga dihentikan oleh Pemkab Sumenep, karena dikhawatirkan berbahaya bagi warga sekitar. sm-01/dsy
Editor : Redaksi