SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, dalam memperkuat pengelolaan sampah untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan, pihaknya mulai fokuskan peran desa dalam pengelolaan sampah mandiri. Pasalnya, Desa menjadi ruang belajar sekaligus praktek nyata bagaimana sampah dipilah, diolah, hingga dimanfaatkan kembali, karena desa memiliki posisi strategis dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif.
"Hingga April 2026, sebanyak 45 desa telah menjalankan sistem pengelolaan sampah mandiri dari total 198 desa dan 7 kelurahan di Kabupaten Lumajang. Sehingga persoalan sampah tidak bisa hanya diselesaikan di hilir, tetapi harus dimulai dari sumbernya. Kalau pengelolaan dimulai dari desa, maka beban sistem pengangkutan bisa berkurang secara signifikan. Yang lebih penting, masyarakat belajar bertanggung jawab terhadap sampah yang mereka hasilkan sendiri," ujar Bupati Lumajang Indah Amperawati, Minggu (19/04/2026).
Baca juga: Penetapan IG Susu Kambing Senduro Dongkrak Ekonomi Berbasis Potensi Lokal
Pihaknya juga menilai bahwa keberhasilan pengelolaan sampah sangat ditentukan oleh konsistensi di tingkat desa. Ketika sistem sudah terbentuk dan berjalan, maka dampaknya tidak hanya pada kebersihan lingkungan, tetapi juga pada perubahan perilaku masyarakat.
Baca juga: Pemkab Lumajang Sediakan Rumah Singgah Gratis Bagi Pasien Rujukan ke Surabaya
"Program Lumajang Asri pun diarahkan untuk memperkuat peran desa sebagai garda terdepan. Adanya pengelolaan sampah mandiri di desa juga membuka peluang ekonomi. Dari proses pemilahan dan pengolahan, masyarakat dapat menghasilkan kompos, bahan daur ulang, hingga produk bernilai jual yang memperkuat ekonomi lokal," katanya.
Tentum Langkah tersebut sekaligus menjadi investasi jangka panjang. Ketika desa mampu mandiri dalam mengelola sampah, maka ketergantungan terhadap sistem pengangkutan akan berkurang, dan risiko penumpukan sampah dapat diminimalkan. Menurutnya, strategi ini menjadi semakin relevan.
Baca juga: Demi Tak Ganggu Aktivitas Warga, DLH Kota Surabaya Ubah Jadwal Angkut Sampah Jadi Malam Hari
Sehingga, adanya solusi yang di hadirkan tidak selalu harus bertumpu pada sistem besar, namun justru pada penguatan unit terkecil dalam struktur masyarakat. Dari desa, perubahan itu tumbuh. Bukan hanya mengurangi beban sampah, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama yang dimulai dari diri sendiri. lj-01/dsy
Editor : Redaksi