BPBD Ingatkan Dampak El Nino, Rawan Kebakaran di Kawasan Perbukitan Jombang

surabayapagi.com
Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas (Kanan). SP/ JBG

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Dalam rangka mengantisipasi menjelang dampak El Nino, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang bergerak cepat memperkuat langkah pencegahan, lantaran kawasan perbukitan di tersebut khususnya wilayah Kecamatan Wonosalam rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Hal itu karena fenomena El Nino yang memicu kekeringan ekstrem menjadikan medan sulit tersebut sebagai titik paling rawan yang diwaspadai tahun ini. ​Kondisi geografis yang menantang di wilayah perbukitan diakui menjadi kendala utama jika api sewaktu-waktu berkobar.

Baca juga: Wacana Bantuan Beras Diperpanjang hingga Juni 2024, Jokowi: ‘Saya Ndak Janji Lho’

“Medannya cukup berat, sehingga penanganan kebakaran di wilayah tersebut tidak mudah,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, Senin (20/04/2026).

Dan untuk mengantisipasi bencana alam tersebut, BPBD Jombang juga telah menyiapkan surat edaran yang akan didistribusikan ke tingkat kecamatan hingga pemerintah desa untuk mengedukasi warga agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

Baca juga: Harga Beras Masih Mahal, Faktor Cuaca dan Akses Jalan Jadi Biang Kerok

​”Dalam waktu dekat, sekitar pekan depan, surat edaran itu sudah mulai didistribusikan,” ujar Wiku.

​Langkah siaga ini diambil setelah BPBD melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan BMKG terkait dampak El Nino. Meski intensitasnya diprediksi tidak sekuat periode sebelumnya, potensi risiko kekeringan tetap menghantui wilayah Jombang. ​”Potensi tetap ada, meski tidak separah yang dibayangkan. Namun kami tetap diminta siaga,” tambah Wiku.

Baca juga: Siaga Darurat El-Nino, Pemprov Jatim Bersama BNPB Gelar Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Bencana

​Selain faktor alam, BPBD juga fokus pada pencegahan yang dipicu aktivitas manusia melalui sosialisasi masif di kawasan rawan.  Sehingga, sebagai langkah kontingensi, BPBD Jombang telah menyiapkan skema koordinasi dengan pemerintah provinsi hingga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) jika eskalasi kebakaran melampaui kendali peralatan darat.

​”Pada kejadian terakhir, sempat dilakukan pemadaman menggunakan helikopter dengan tiga kali penerbangan (sorti),” ujarnya. jb-02/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru