SURABAYAPAGI : Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud, menggunakan anggaran jumbo hingga berujung aksi demo mahasiswa pada 21 April lalu.
Aksi 21 April Rakyat Kaltim bukan hanya di depan gedung gubernur, namun juga di depan gedung DPRD Kalimantan Timur.
Menurut Humas Pemprov Kalimantan Timur, demo yang didominasi massa mahasiswa itu membawa tiga tuntutan: mengaudit seluruh kebijakan Pemprov Kaltim, stop praktik KKN di Kaltim, dan mendesak DPRD Kaltim segera bersikap dan menjalankan fungsi pengawasan secara total.
"Dalam demo yang berujung pada penangkapan sejumlah massa aksi, Rudy tak bertemu massa," katanya Senin (27/4). Namun, dia menyampaikan terima kasih atas masukan mahasiswa, lapisan masyarakat, dan seluruh elemen yang telah berperan sebagai kontrol sosial.
Dia misalnya mengalokasikan Rp25 miliar untuk renovasi rumah dinas. Ada pula pengadaan kendaraan dinas mencapai Rp8 miliar. Teranyar, anggaran makan Pemprov Kaltim disebut mencapai Rp10 miliar. Pada Februari 2026 lalu, Rudy disorot karena pengadaan mobil dinas yang anggaran mencapai Rp8,5 miliar.
Tak lama usai kasus pengadaan mobil, Rudy pada awal April lalu juga disorot karena anggaran jumbo renovasi rumah dinasnya yang mencapai Rp25 miliar. Rudy memahami sejumlah item dalam rumah dinas memicu kemarahan masyarakat. Dua di antaranya ada kursi pijat dan aquarium air laut. n ka, jk, rmc
Editor : Redaksi