Kedepankan Single Data, Surabaya Beri Pelatihan Perlinsos Digital 12.669 Peserta

surabayapagi.com
Pelatihan dan sosialisasi program Perlindungan Sosial Digital Terintegrasi (Perlinsos Digital) di Kota Surabaya. SP/ SBY

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti sistem baru yang dibangun oleh pemerintah pusat yakni mengedepankan prinsip single data yang terintegrasi menggunakan Identitas Kependudukan Digital (IKD), saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberikan pelatihan dan sosialisasi program Perlindungan Sosial Digital Terintegrasi (Perlinsos Digital) berskala nasional kepada 12.669 peserta sebagai agen pendamping (Training of Trainers).

Dimana, dalam pelatihan tersebut bertujuan menyiapkan para agen untuk mendampingi masyarakat, khususnya kelompok rentan pada desil 1 sampai 4 yang tidak memiliki perangkat gawai atau akses internet agar tetap bisa mengakses bantuan sosial (bansos).

Baca juga: Dorong Sektor Pelayanan Digital, Dishub Surabaya Buka Pendaftaran Jukir Baru 2026

"Agen Perlinsos ini disiapkan untuk membantu masyarakat memastikan bantuan tepat sasaran. Mereka yang mengikuti kegiatan ini terdiri atas kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Camat, Lurah, Satpol PP, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), hingga Aparatur Sipil Negara (ASN) pendamping Kampung Pancasila," ujar Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya Antiek Sugiharti, Kamis (21/05/2026).

Baca juga: Masyarakat Bebas Asap Rokok, Surabaya Masuk Kandidat Kota Percontohan KTR Nasional

Melalui IKD, kata dia, data masyarakat langsung terkoneksi dengan berbagai instansi nasional, seperti Kepolisian (terkait data kepemilikan kendaraan), BPJS Kesehatan, hingga BPJS Ketenagakerjaan untuk memverifikasi pendapatan atau gaji berkala.

Terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Surabaya Eddy Christijanto memaparkan digitalisasi ini akan mengubah pola penentuan penerima bansos. Jika dulu proses survei rawan memicu protes dan dinilai tidak objektif, karena melibatkan penilaian manual dari tingkat RT dan RW hingga kelurahan, kini sistem yang akan bekerja menyaring kelayakan secara otomatis.

Baca juga: Kendalikan Harga Bapok, Pemkot Surabaya Gelar Gerakan Pangan Murah Rutin Tiap Bulan

"Dalam rangka uji coba digitalisasi bansos ini, semua warga bisa mengajukan diri melalui aplikasi Perlinsos yang terhubung dengan IKD. Karena IKD sudah terintegrasi dengan 16 kementerian dan lembaga, data pribadi seseorang akan langsung terkoneksi secara otomatis," ujarnya. sb-02/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru