SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan semaksimal mungkin layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) melalui petugas kesehatan di Puskesmas yang tersebar di 18 kecamatan di wilayah Sidoarjo.
Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr. Lakshmie Herawati Yuwantina, menjelaskan bahwa program CKG merupakan bagian dari kebijakan prioritas nasional untuk deteksi dini penyakit sekaligus memperluas akses layanan kesehatan kepada masyarakat.
Baca juga: Awali Kampanye Terbuka, Panitia Pilkades Desa Janti Gelar Penyampaian Visi Misi Cakades
“Jika selama ini (masyarakat) tidak pernah cek berat badan, cek lingkar perut, cek gula darah, cek kolesterol, kali ini kita beri kesempatan warga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sehingga kami berharap lewat cek kesehatan gratis ini semua warga Sidoarjo dalam keadaan sehat,” ucapnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan program tersebut akan terus dimonitor secara berkala di seluruh puskesmas.
Pada tahun 2026, Dinkes Sidoarjo menargetkan cakupan layanan mencapai 46 persen dari total jumlah penduduk.
“46 persen ini harus tercapai oleh seluruh Puskesmas sehingga mereka harus berupaya melakukan cek kesehatan kepada warga Sidoarjo mulai dari anak yang baru lahir, anak sekolah, dewasa sampai Lansia,” ujarnya.
Baca juga: Warga Antusias Cek Kesehatan Gratis Puskesmas Porong di Arena CFD
Dinkes Kabupaten Sidoarjo sangat optimis, CKG yang di gelar serentak di jajaran Puskemas yang tersebar di 18 kecamatan progres kerjanya dalam menggelar CKG akan melampaui target.
Rincian capaian berdasarkan siklus hidup, jika dibedah berdasarkan kelompok usia atau siklus hidup, terdapat beberapa sektor yang menunjukkan performa impresif, sementara beberapa sektor lainnya terus dipacu.
Bayi Baru Lahir (BBL), Menjadi penyumbang capaian tertinggi, kemudian Balita mengikuti di posisi berikutnya lansia dan anak usia sekolah.
Untuk menaikan rating kelompok anak sekolah dan usia dewasa, Laksime menjelaskan bahwa pihaknya sudah menyiapkan strategi khusus, momentumnya disesuaikan dengan kalender pendidikan.
"Untuk anak sekolah memang belum terlalu banyak karena pelaksanaan serentak baru akan kita lakukan pada Juli mendatang, bertepatan dengan tahun ajaran baru," jelasnya.
Sementara itu, untuk mendongkrak capaian kelompok usia dewasa dan lansia yang masih menantang, Dinkes Sidoarjo meluncurkan strategi kolaborasi masif dengan fasilitas kesehatan swasta.
"Usia dewasa dan lansia akan terus kita upayakan naik seiring dengan kolaborasi CKG yang kita lakukan bersama klinik-klinik di wilayah kerja Puskesmas. hdk/hik
Editor : Redaksi