Indonesia Walk for Peace 2026, 57 Bhikkhu Tempuh 666 Km Sebarkan Pesan Perdamaian dan Kerukunan

surabayapagi.com
Pemberangkatan rombongan bhhiku dari Pendopo Ronggo, Jumat (22/5/2026).

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Semangat perdamaian dan kerukunan antarumat beragama digaungkan melalui perjalan spiritual lintas negara dalam rangkaian kegiatan Indonesia Walk for Peace 2026.

‎Kegiatan perjalanan spiritual tersebut diikuti 57 Bhikkhu dari Thailand, Laos, Malaysia dan Indonesia dengan menempuh perjalanan sejauh 666 kilometer melintasi empat provinsi yakni Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. 

‎Perjalanan dijadwalkan berlangsung mulai 7 Mei hingga 6 Juni 2026 dengan tujuan akhir di Borobudur dalam rangka perayaan Waisak.

‎Indonesia Walk for Peace menjadi simbol perjalanan spiritual untuk membangun harmoni bangsa dan perdamaian dunia melalui semangat persaudaraan, cinta kasih serta toleransi antarumat beragama.

‎Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur sekaligus upaya mewujudkan dunia yang damai.

‎“Indonesia Walk for Peace tahun 2026 ini bentuk rasa syukurnya para bante supaya mewujudkan dunia ini menjadi damai. Untuk menjadi damai itu memang perlu pengorbanan, perlu diusahakan,” ujar Hari Wuryanto usai pemberangkatan  para Bhikkhu di pendopo Ronggo Djoemeno, Jumat (22/5/2026).

‎Menurutnya, kedamaian merupakan syarat utama terciptanya kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. 

‎“Tidak ada kemajuan, tidak ada perkembangan kalau tidak ada kedamaian. Kedamaian itu sesuatu yang harus kita wujudkan bersama,” ungkapnya.

‎Ia juga menyampaikan pesan yang diterima dari para Bhikkhu tentang pentingnya hidup guyub rukun di tengah keberagaman bangsa Indonesia.

‎“Menurut bahasa mereka itu damai bisa mengalahkan segalanya. Kalau dengan damai, apa yang kita tuju dan maksudkan insyaallah bisa terpenuhi. Karena Indonesia itu beragam, dunia itu beragam, jadi kedamaian sangat dibutuhkan,” tambahnya.

‎Sementara itu, perwakilan panitia Indonesia Walk for Peace 2026, Bhante Tejapuñño Mahāthera menjelaskan peserta berasal dari berbagai negara dengan mayoritas anggota Sangha berasal dari luar negeri.

‎“Datang dari berbagai macam negara, kemudian melanjutkan perjalanan dari Bali hingga finish di Borobudur yang diikuti 57 anggota Sangha. Sebanyak 50 peserta berasal dari luar negeri dan tujuh dari Indonesia,” jelasnya.

‎Ia menambahkan, tujuh peserta dari Indonesia tersebut sebagian merupakan warga Thailand yang telah lama tinggal di Indonesia sehingga mulai memahami bahasa Indonesia.

‎Kegiatan ini diharapkan menjadi simbol nyata penguatan nilai Bhinneka Tunggal Ika sekaligus menyebarkan pesan perdamaian, cinta kasih dan harmoni di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.mdn

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru