Yakuza Maneges Den Gus Thuba Kawal Dugaan Pelecehan Oknum Kyai ‎

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI.COM, Magetan – Yakuza Maneges Den Gus Thuba Madiun–Magetan (M&M) menegaskan komitmennya mengawal kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan oknum kyai di wilayah Ngawi dan Ponorogo hingga proses hukum selesai.

Baca juga: Kyai Iswadi Idris Sebut Maju Miliki Kriteria Pemimpin dalam Islam

‎Hal tersebut disampaikan usai pertemuan bersama Diana Amaliyah Verawatiningsih anggota DPRD Provinsi Jawa Timur (mbak Sasa) di Joglone Karto Madigondo, Kabupaten Magetan, Sabtu (23/5/2026) malam.

‎Sekretaris Jenderal Yakuza Maneges Den Gus Thuba M&M, Sulih mengatakan pihaknya tidak hanya fokus mengawal proses hukum terhadap pelaku, tetapi juga pendampingan bagi korban dan santri yang terdampak.

‎“Yakuza Maneges akan terus mengawal sampai proses hukum selesai. Bukan hanya tersangkanya saja, tapi para korban dan santri yang terdampak juga harus kita lindungi,” ujarnya.

‎Menurut Sulih, pembahasan dalam pertemuan tersebut lebih banyak menyoroti nasib para santri setelah pondok pesantren terkait disegel, termasuk upaya perlindungan dan pemulihan bagi korban.

‎Sementara itu, Diana Sasa menilai korban kekerasan seksual di lingkungan pesantren kerap menghadapi tekanan sosial dan relasi kuasa sehingga membutuhkan pendampingan agar berani bersuara.

‎“Korban tidak boleh dibiarkan menghadapi tekanan dan intimidasi sendirian. Pendampingan penting agar korban mendapatkan akses hukum, perlindungan, dan pemulihan yang layak,” katanya.

‎Ia juga mengingatkan agar upaya menjaga nama baik pesantren tidak dijadikan alasan untuk menutupi dugaan tindak kekerasan seksual oleh oknum pengasuh.

‎Selain itu, Yakuza Maneges berharap kasus tersebut menjadi perhatian serius bagi pengelola pondok pesantren, terutama terkait legalitas lembaga dan kualitas pengasuhan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.mdn

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru