SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Meski memasuki musim kemarau pada pertengahan hingga akhir Mei 2026, namun Kota Surabaya masih diprakirakan hujan yang kerap mengguyur Kota Pahlawan, terutama saat sore hingga malam hari berdasarkan BMKG Juanda. Salah satu penyebab hujan lokal tersebut karena pemanasan yang kuat pada siang hari
Prakirawan BMKG Juanda Restina Wardhani menjelaskan, saat ini sebagian besar wilayah Jawa Timur telah memasuki awal musim kemarau. Akan tetapi, masih ada potensi hujan lokal di sejumlah wilayah, termasuk Surabaya.
Baca juga: Komisi A DPRD Surabaya Berhasil Selesaikan Polemik 13 Tahun Pembangunan Gereja Santo Yusup
"Tetap perlu di waspadai potensi hujan dalam skala lokal. Untuk wilayah Surabaya dan sekitarnya dalam beberapa hari kedepan diprakirakan terdapat potensi hujan pada sore hingga malam hari. Sehingga menyebabkan terbentuk awan konvektif pada wilayah tertentu," jelas Prakirawan BMKG Juanda Restina Wardhani, Kamis (28/05/2026).
Baca juga: Bupati Sumenep Minta Seluruh OPD Siaga Hadapi Kekeringan Musim Kemarau ini
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap potensi perubahan cuaca mendadak. Dan memasuki awal musim kemarau, Restina juga meminta masyarakat waspada terhadap suhu tinggi atau cuaca terik yang bisa mengganggu aktivitas.
"Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak yang dipengaruhi faktor-faktor lokal," imbaunya.
Baca juga: Primadona Masyarakat, Warkop Jadi Salah Satu Pendorong Ekonomi Mikro
Sebagai bentuk antisipasi, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan saat siang hari serta memperbanyak asupan air mineral agar tubuh terhindar dari dehidrasi. "Waspada terhadap dampak suhu dirasakan tinggi yang dapat mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat," pungkasnya. sb-06/dsy
Editor : Redaksi