SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai salah satu langkah strategis untuk menekan pencemaran sampah plastik di sungai sebelum bermuara ke laut, Kota Surabaya menjadi lokasi perdana pelaksanaan program Partnership for Preventing Riverine Plastic Pollution antara Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA), dan United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya M. Fikser mengungkap, jika program ini berfokus pada pencegahan sampah plastik masuk ke laut melalui pengendalian di aliran sungai, pembersihan sampah, penguatan ekonomi sirkular, serta perubahan perilaku masyarakat.
"Surabaya dipilih sebagai kota pertama pelaksanaan program karena dinilai memiliki komitmen kuat dalam pengelolaan sampah dan pengendalian pencemaran lingkungan," ujarnya, Minggu (14/06/2026).
Baca juga: Pelatih Perbakin Surabaya Lakukan Kekerasan Seksual Atlet di Bawah umur
Lebih lanjut, keberadaan program tersebut telah menunjukkan hasil nyata. Setiap hari, sekitar satu ton sampah plastik berhasil diangkat dari aliran sungai melalui kolaborasi DLH Surabaya dengan Non-Governmental Organization (NGO) yang terlibat dalam program tersebut. Selain itu, Pemkot Surabaya juga memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program. Dukungan itu tidak hanya berupa penyediaan fasilitas, tetapi juga penguatan edukasi kepada masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi kegiatan.
"Satu hari, 1 ton sampah plastik yang kemudian diambil oleh teman-teman Ecoton begitupun juga Lohjinawi. Kami fasilitasi tempat bagi teman-teman dua NGO ini," katanya.
Baca juga: Hingga per 2027, Surabaya Kebut Usulan Perbaikan 7.196 Rumah Tak Layak Huni
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemkot Surabaya telah menjalankan berbagai program pengurangan sampah berbasis masyarakat, di antaranya melalui Kampung Zero Waste dan Program Kampung Iklim (ProKlim). Pemkot Surabaya juga menargetkan pengurangan timbulan sampah hingga 40 persen. Saat ini, volume sampah yang dihasilkan Kota Surabaya mencapai sekitar 1.800 ton per hari. "Kita berharap sampah itu semakin berkurang, baru dikatakan berhasil. Untuk itu, kita akan memperkuat di hulu, kita harus tekan sampah dari rumah tangga," jelasnya. sb-04/dsy
Editor : Redaksi