Dinas Perikanan Tulungagung Optimalkan Budidaya Ikan Nila dengan Sistem Bioflok

surabayapagi.com
Dinas Perikanan menggelar aksi monitoring berkala terhadap budidaya ikan nila sistem bioflok di Desa Pojok, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung. SP/ TLG

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Mengandalkan pasokan oksigen yang stabil serta pemanfaatan mikroorganisme baik, Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung terus berkomitmen untuk mendorong produktivitas dan efisiensi sektor perikanan daerah, dengan menggelar aksi monitoring berkala terhadap budidaya ikan nila sistem bioflok di Desa Pojok, Kecamatan Ngantru

​Pasalnya, ​Ssistem bioflok sendiri merupakan teknologi budidaya perikanan modern berbasis rekayasa lingkungan. Yakni, dengan mengubah Limbah Menjadi Pakan Protein Tinggi ​Prinsip utama dari teknologi bioflok adalah mengolah kembali limbah sisa pakan dan kotoran ikan di dalam kolam menjadi gumpalan padat yang disebut flok.

Alih-alih menjadi racun bagi air kolam, gumpalan flok ini justru berbalik menjadi sumber pakan alami baru yang kaya akan kandungan protein tinggi bagi ikan nila. ​Dukungan Penuh untuk Kemandirian UMKM Perikanan. Sehingga, dengan adanya kegiatan monitoring ini bertujuan untuk meninjau langsung perkembangan di lapangan sekaligus memastikan sistem bioflok berjalan secara optimal.

​”Dengan teknologi bioflok, kita berharap budidaya ikan bisa jauh lebih efisien, hemat air dan pakan, namun tetap produktif dan berkelanjutan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya strategis kami dalam memberdayakan UMKM sektor perikanan di Kabupaten Tulungagung,” jelas ​Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung, Robinson Pasaoran Nadaek, Senin (22/06/2026).

Lebih lanjut, diharapkan melalui pendampingan intensif seperti ini, Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung optimistis para pembudidaya lokal dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah. tl-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru