Ketua DPRD Pasuruan Soroti Kas Daerah yang Sukses Balikkan Defisit Jadi Surplus

Reporter : Aziz Sutikno Koresponden Pasuruan
Suasana Rapat Paripurna di Ruang Rapat Gedung DPRD Kabupaten Pasuruan. SP/AZIZ

SURABAYAPAGI.com, Pasuruan – Suasana Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pasuruan pada Rabu (17/6/2026) terasa sedikit berbeda dari biasanya. Ada rasa bangga yang menyelimuti jalannya persidangan saat Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, S.Ag., M.Pd.I., membuka rapat dengan senyuman lebar.

Agenda hari itu sebenarnya cukup berat, yaitu mendengarkan Penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 yang dibawa langsung oleh Bupati Pasuruan. Namun sebelum masuk ke angka-angka anggaran, Samsul Hidayat memilih untuk memberikan panggung apresiasi kepada seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Pasuruan.

Ia secara khusus mengucapkan selamat atas keberhasilan Pemkab Pasuruan yang kembali membawa pulang opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Bukan tanpa alasan, ini adalah ke-13 kalinya secara berturut-turut Kabupaten Pasuruan mampu mempertahankan predikat bergengsi tersebut dalam pengelolaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD). Sebuah konsistensi yang patut diacungi jempol.

Setelah sesi apresiasi yang hangat, barulah Bupati Pasuruan menjabarkan bagaimana uang rakyat dikelola sepanjang tahun 2025 lalu. Di sinilah kejutan-kejutan angka mulai terlihat.

Dari sisi kantong pendapatan, Pemkab Pasuruan sebenarnya menargetkan angka Rp4,09 triliun setelah perubahan. Realisasinya ternyata sangat tipis dari target, yaitu berhasil mengumpulkan Rp4,07 triliun atau sekitar 99,48 persen. Ada sedikit kekurangan sekitar Rp21,4 miliar yang meleset dari perkiraan, terutama karena pasokan dana transfer dari pusat yang belum sepenuhnya cair sesuai target.

Sementara untuk urusan belanja, dari total anggaran Rp4,34 triliun yang disiapkan, pemerintah daerah berhasil mengerem dan menggunakannya sebesar Rp4,02 triliun saja, alias terserap sekitar 92,57 persen.

Nah, berkat kombinasi pendapatan yang hampir memenuhi target dan belanja yang super hemat ini, posisi keuangan daerah yang awalnya diprediksi bakal tekor (defisit) hingga Rp248,8 miliar, justru berbalik arah 180 derajat. Catatan akhir tahun menunjukkan kas daerah Kabupaten Pasuruan malah surplus alias untung bersih sebesar Rp52,8 miliar.

Angka surplus yang cukup besar ini menjadi bukti bahwa roda keuangan daerah berjalan sangat sehat, di mana uang yang masuk ternyata jauh lebih dari cukup untuk membiayai semua program pembangunan yang sudah berjalan sepanjang tahun 2025. Ziz

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru