SURABAYAPAGI.com, Nganjuk - Menjelang panen raya, harga bawang merah di Nganjuk justru anjlok yang juga memicu anjloknya harga sejumlah komoditas pertanian di Nganjuk. Turunnya harga tersebut dipicu masuknya pasokan dari petani yang lebih awal panen. Selain itu, cuaca yang mendukung membuat produktivitas bawang meningkat sehingga stok di pasaran melimpah.
Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional Nganjuk, bawang merah ukuran besar saat ini seharga Rp 20 ribu/kilogram. Sedangkan bawang merah sedang Rp 19 ribu per kilogram, serta bawang ukuran kecil Rp 18 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya, harga masih bertahan di angka Rp 28 sampai Rp 30 ribu per kilogramnya.
"Biasanya kalau sudah mau panen raya begini, harga pasti turun. Tapi tahun ini turunnya terlalu cepat dan terlalu dalam," ujar Menik, salah satu pedagang bawang merah, Minggu (02/08/2026).
Pasalnya, panen raya di Nganjuk terhitung sebentar lagi. Namun ada beberapa desa penghasil bawang merah yang diperkirakan bulan Agustus sudah mulai musim panen raya. Selain itu, Menik menuturkan untuk penjualan di pasar terhitung masih normal mekipun harga bawang merah saat ini murah.
Di sisi lain, para petani mengaku merugi karena harga jual saat ini di bawah Harga Pokok Produksi (HPP). Biaya untuk bibit, pupuk, dan tenaga kerja tidak bisa tertutup dengan harga yang ada sekarang.
Petani dan pedagang berharap pemerintah daerah segera melakukan langkah stabilisasi harga, seperti operasi pasar, agar harga tidak terus merosot saat panen raya tiba. "Kami berharap ada perhatian dari pemerintah. Kalau harganya terus begini, kami bisa rugi besar," kata Yohan, seorang petani bawang di Kecamatan Rejoso. ng-02/dsy
Editor : Redaksi