Lewat ‘Poskestren’, Pemkab Sampang Tingkatkan Layanan Kesehatan Santri

surabayapagi.com
Kegiatan cek kesehatan gratis oleh Dinas Kesehatan Sampang di salah satu lembaga pendidikan. SP/ SMP

SURABAYAPAGI.com, Sampang - Sebagai upaya meningkatkan layanan kesehatan di lingkungan pondok pesantren, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang membentuk pos kesehatan pesantren (poskestren) di wilayah tersebut, hal itu lantaran penyakit menular berbasis lingkungan masih menjadi tantangan besar di lingkungan pondok pesantren, termasuk di wilayah Kabupaten Sampang.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) Kabupaten Sampang Agus Mulyadi, mengungkap penyakit menular tersebut dipicu karena kepadatan hunian dan kebiasaan santri yang saling berbagi barang pribadi memicu tingginya kasus penyakit kulit seperti kudis, hingga infeksi saluran pernapasan seperti tuberkulosis (TBC).

"Selain untuk meningkatkan layanan, pembentukan pos kesehatan pesantren ini juga dalam rangka mencegah terjadinya penularan penyakit. Dinkes memandang perlu kasus tersebut segera ditangani dan salah satu upaya yang bisa dilakukan dengan membentuk pos kesehatan pesantren, sehingga layanan kesehatan di lingkungan pesantren bisa lebih maksimal," jelasnya, Selasa (23/06/2026).

Pasalnya, selama ini penyakit kulit jenis skabies atau kudis, diare, dan TBC sudah menjadi hal yang umum dikeluhkan di kalangan santri. Sehingga, dengan adanya pola interaksi dan perilaku hidup bersih yang belum terbentuk secara mandiri menjadi pemicu utamanya.

Selain itu, bangunan asrama santri yang kekurangan pencahayaan matahari serta tidak memiliki sistem ventilasi udara yang representatif mempercepat potensi penularan bakteri. Melalui program pesantren sehat dan pembentukan pos kesehatan pesantren (poskestren), Dinkes-KB Kabupaten Sampang berupaya memutus rantai penularan.

Secara terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sampang Abdul Wafi mengatakan, program Pesantren Sehat melalui pembentukan poskestren itu memang sangat dibutuhkan di lembaga pondok pesantren guna mengatasi persoalan penyakit menular yang sering terjadi dan menjadi keluhan santri. "Dengan adanya program tersebut, kami yakin persoalan kesehatan santri bisa diatasi dengan baik, dan diharapkan tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang biasa," katanya. sm-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru