Lewat BUMD, Pemkab Bojonegoro Berupaya Perkuat Perekonomian Petani

surabayapagi.com
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono saat meluncurkan beras Rojo Nogo hasil produksi BUMD Bojonegoro Pangan Mandiri di Bojonegoro. SP/Foto:M. Yazid

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Melalui keberadaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro Pangan Mandiri (BPM) yang memproduksi beras Rojo Nogo, saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, tengah berupaya memperkuat perekonomian petani di daerah setempat. Pasalnya, Kabupaten Bojonegoro mempunyai potensi luar biasa di sektor pertanian, dengan hasil padi yang dikirim ke sejumlah wilayah, salah satunya adalah Kabupaten Banyuwangi.

Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Setyo Wahono, menjelaskan, keberadaan BUMD tersebut tidak bersaing dengan tengkulak, melainkan sebagai off taker yang membeli produk pertanian sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Nantinya, Pemkab Bojonegoro melalui BUMD Bojonegoro Pangan Mandiri berupaya untuk memanfaatkan peluang agar memberikan kepastian hasil panen dan nilai lebih kepada para petani dan masyarakat.

Baca juga: DPRD Jatim Desak Perda BUMD Pangan Segera Dibahas, Dinilai Bisa Perkuat Ekonomi Pertanian

Lebih lanjut, pihaknya berharap, BUMD tersebut juga mampu memperkuat kolaborasi dengan pemangku kepentingan terkait seperti Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi), asosiasi Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) hingga usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Baca juga: Tingkatkan Swasembada Pangan, Bupati Lamongan Serahkan Bantuan Alsintan untuk Poktan

"Adanya BUMD Bojonegoro Pangan Mandiri yang memproduksi beras Rojo Nogo ini mampu meningkatkan perekonomian petani di Bojonegoro. Dan dengan keterlibatan kelompok masyarakat bisa membantu produksi dan memasarkan produk asli daerah Bojonegoro, serta memasarkannya ke luar daerah," terangnya, Selasa (30/06/2026).

Baca juga: Dongkrak Produktivitas dan Hilirisasi Pertanian di Lamongan

Sementara itu, terpisah, Direktur BUMD Bojonegoro Pangan Mandiri, Mochammad Choirul Huda mengatakan bahwa dalam 100 hari kerja, pihaknya akan melakukan koordinasi bersama pemangku kepentingan untuk pengembangan badan usaha. "Sekaligus launching beras Rojo Nogo yang diproduksi dari padi dan beras Bojonegoro untuk meningkatkan hasil pertanian petani di Bojonegoro," katanya. bj-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru