SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lamongan, menggelar Rapat Pleno sebagai forum strategis, untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja, sekaligus menentukan arah pelaksanaan Program Sapta Krida organisasi ke depan, di lantai 3 Kantor PCNU setempat, Minggu (5/7/2027).
Rapat pleno yang menjadi agenda rutin dua kali dalam setahun tersebut, diikuti pengurus jajaran Mustasyar, A"wan, Syuriyah, Tanfidziyah, lembaga, dan badan otonom (Banom), serta MWC NU di lingkungan PCNU Lamongan.
Baca juga: Satgas Jaga Anak PCNU Lamongan Dikukuhkan, Fokus Dampingi Anak dan Tekan Kasus Bullying
Rais Syuriyah PCNU Lamongan, KH. Salim Ashar mengaku cukup senang dengan kegiatan rapat pleno ini, yang dihadiri seluruh pengurus, bahkan jajaran Mustasyar dan A'wan, dan ketua DPRD Lamongan Mohammad Freddy Wahyudi juga ikut hadir membersamai kegiatan ini, apalagi di gelar di Hall lantai 3 Kantor PCNU yang sudah lama tidak terpakai.
"Alhamdulillah saya senang sekali, apalagi hall lantai 3 ini disulap sebagus ini, semoga pleno ini menjadi penyemangat kita dalam berkhidmah di Nahdlatul Ulama dan selalu mendapatkan keberkahan," harapnya.
Ketua Tanfidziyah Syahrul Munir mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola organisasi, agar berjalan secara transparan, akuntabel, dan berkesinambungan.
Disebutkannya olehnya, rapat pleno bukan sekadar agenda administratif, melainkan momentum penting, untuk mengukur capaian program yang telah dilaksanakan selama enam bulan terakhir, sekaligus menyusun langkah-langkah strategis pada semester berikutnya.
Baca juga: Ratusan BP3MNU dan Kepsek LP Ma'arif Lamongan, Ikuti Raker Manajemen Tata Kelola Sekolah
"Melalui rapat pleno ini, seluruh pengurus dapat melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap program kerja yang telah berjalan, mengidentifikasi berbagai kendala, serta merumuskan solusi agar pelaksanaan Program Sapta Krida semakin efektif dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat," ujarnya.
Selain menjadi forum evaluasi, rapat pleno juga berfungsi sebagai sarana konsolidasi kelembagaan. Seluruh unsur kepengurusan, mulai dari Pengurus Harian Tanfidziyah, Syuriyah, lembaga hingga Banom, dan MWC NU menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi dalam menjalankan berbagai program organisasi.
Rapat pleno juga kata Gus Syahrul panggilan akrab ketua PCNU Lamongan ini, dimanfaatkan untuk membahas berbagai isu strategis yang berkembang di tengah masyarakat, maupun di lingkungan organisasi. Berbagai kebijakan baru yang memerlukan keputusan tingkat cabang dibahas secara musyawarah sehingga keputusan yang dihasilkan mencerminkan semangat kolektif, transparan, dan akuntabel.
Baca juga: Komunitas Kepala Desa Nahdliyin Silaturahim ke Kantor PCNU Lamongan
Melalui rapat pleno ini, PCNU Lamongan berharap arah pelaksanaan Program Sapta Krida semakin terukur, sinergi antar-lembaga, Banom dan MWC NU semakin kuat, serta seluruh program organisasi dapat berjalan optimal dalam mewujudkan kemaslahatan umat dan memperkuat peran Nahdlatul Ulama di Kabupaten Lamongan.
Sekedar diketahui, Sapta Krida adalah tujuh program prioritas utama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lamongan masa khidmat 2025–2030. Fokus utamanya meliputi pembangunan NU Center dan Masjid KH. Abdurrahman Wahid, konsolidasi organisasi (jamiyyah), peningkatan mutu pendidikan, kemandirian ekonomi, gerakan sosial, kesadaran aset, serta penguatan GISNU (Gerakan Infak–Sedekah NU).
Program kemandirian ekonomi dari Sapta Krida ini diimplementasikan melalui konsep One Ranting One Product untuk tiap MWC NU. jir
Editor : Redaksi