Sumur SPAM di Jombang Dipantau Ketat, Antisipasi Krisis Air Bersih Selama Kemarau

surabayapagi.com
Petugas dari Dinas Perkim melakukan pemeriksaan dengan camera hole ke lubang sumur pamsimas Manduro Jombang yang sempat mengeluarkan api. SP/ JBG

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Menghadapi selama musim kemarau, Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang mulai memperketat pemantauan debit air pada sumur-sumur yang menjadi sumber Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi krisis air bersih, terutama di wilayah yang selama ini rawan kekeringan.

Pengecekan dilakukan secara berkala untuk memastikan debit air tetap mencukupi sehingga layanan air bersih kepada masyarakat tidak terganggu. Tak hanya memantau debit air, Perkim juga menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang untuk memastikan kualitas air dari sumber SPAM tetap memenuhi standar kelayakan.

Baca juga: Cegah Gagal Panen Ikan saat Kemarau, Pemkab Malang Optimalkan Teknologi Aerator

”Insya Allah kondisi sekarang masih aman. Jadi selama kemarau kami rutin melakukan pengecekan. Sumur-sumur kami cek, debitnya berapa dan bagaimana kondisinya. Karena tugas kami menjaga supaya SPAM bisa terus berfungsi baik dan bermanfaat bagi masyarakat,” jelas Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang Dian Kusuma Rahmad Subekti melalui Kepala Bidang Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) Sri Rahayu, Senin (06/07/2026).

Baca juga: Puncak Musim Kemarau Diprediksi Agustus

Diketahui, Kabupaten Jombang terdapat sekitar 80 hingga 90 titik SPAM. Namun, pemantauan diprioritaskan pada wilayah yang berpotensi mengalami krisis air bersih saat musim kemarau. Sedangkan untuk beberapa lokasi yang menjadi fokus pengawasan di antaranya Dusun Banyuasin, Desa Kromong, Kecamatan Ngusikan, serta Desa Karangan, Kecamatan Bareng. Dan berdasarkan hasil pemantauan terakhir, kondisi sumber air di wilayah tersebut masih stabil. 

Baca juga: Antisipasi Gagal Panen, DKPP Kota Madiun Tingkatkan Mitigasi Dampak Fenomena El Nino

Dan hingga awal Juli, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang juga belum berkoordinasi dengan Perkim terkait distribusi air bersih. Kondisi tersebut mengindikasikan belum ada wilayah yang mengalami kesulitan air bersih akibat musim kemarau. Sedangkan Dusun Banyuasin menjadi salah satu titik yang terus dipantau. ”Paling berpotensi itu Banyuasin. Itu sudah di cek terus dan dipantau. Insya Allah aman,” katanya. jb-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru