Tekan Harga Anjlok, Pemkab Ponorogo Dorong ASN Borong Telur Peternak Lokal

surabayapagi.com
Ilustrasi. Salah satu peternak telur lokal di Ponorogo. SP/ PNG

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Sebagai salah satu langkah cepat menekan dampak anjloknya harga telur di tingkat peternak akibat melimpahnya pasokan dan melemahnya permintaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, mulai gencar mendorong aparatur sipil negara (ASN) daerah itu untuk membeli telur produksi peternak lokal, yang diharapkan mampu meningkatkan penyerapan hasil produksi peternak sehingga stok telur di kandang berkurang dan harga berangsur pulih.

Pelaksana Tugas Bupati Ponorogo Lisdyarita mengatakan, jika turunnya harga telur dipengaruhi berkurangnya permintaan selama masa libur sekolah. Kondisi tersebut diperparah dengan penghentian sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sehingga penyerapan telur menurun, sementara produksi peternak tetap berlangsung setiap hari.

Baca juga: Pemkab Ponorogo Lelang Puluhan Kendaraan Dinas, Mayoritas Roda Dua Tahun 1990-2010

"Kami mengajak seluruh ASN membeli telur dari peternak Ponorogo. Ini bentuk dukungan nyata kepada peternak yang saat ini sedang menghadapi penurunan harga. Produksi telur tetap berjalan, tetapi permintaan turun karena Program Makan Bergizi Gratis berhenti sementara selama libur sekolah. Akibatnya stok melimpah dan harga ikut terkoreksi," ujarnya, Selasa (07/07/2026).

Baca juga: Dukung Program Prioritas, Pemkab Ponorogo Alokasikan SILPA Rp96 Miliar

Lebih lanjut, selain menggerakkan ASN, Pemkab Ponorogo juga menyiapkan bazar pangan yang melibatkan peternak lokal untuk memperluas pemasaran telur sekaligus mempercepat penyerapan produksi di masyarakat. "Pemerintah daerah harus hadir memberikan solusi. Kami akan mengoptimalkan berbagai cara, termasuk bazar, supaya telur peternak Ponorogo lebih banyak terserap pasar," katanya.

Baca juga: Bangun Birokrasi Berkelas, Kota Mojokerto Matangkan Implementasi Manajemen Talenta ASN

Sementara itu, untuk saat ini diketahui, harga telur di tingkat peternak berada pada kisaran Rp19 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram atau masih jauh di bawah harga yang dinilai menguntungkan bagi peternak. Pemkab berharap sinergi pemerintah, ASN, dan masyarakat dapat membantu menjaga keberlanjutan usaha peternak ayam petelur di Ponorogo. pn-02/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru