Menteri UMKM, Dikeluhi Pengusaha soal Kelola MBG

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI.com Menteri Usaha Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menanggapi keluhan soal pelaku usaha mikro dan kecil tidak dilibatkan sebagai pengelola dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Maman, dapur MBG memang diberikan kepada pelaku usaha menengah karena membutuhkan kapasitas usaha dan modal besar. Di sisi lain, Maman menilai UMKM sering disalahartikan sebagai pelaku usaha kecil saja, padahal ada juga yang menengah.

Baca juga: Diduga Fenomena Libur MBG, Harga Bapok di Pasar Kota Malang Turun hingga 50 Persen

"Orang banyak protes, 'Oh kenapa dapur umum begini-begini, hanya melibatkan usaha-usaha di atasnya, tidak mikro dan kecil gitu ya?'. Lho, emang dapur umum itu untuk usaha menengah. Yang selama ini kita sering sekali salah menafsirkan seakan-akan UMKM itu hanya usaha mikro dan kecil. Enggak. UMKM itu usaha mikro, kecil, dan menengah," ujar Maman dalam Raker dengan Komisi VII DPR, Rabu (15/7/2026).

Baca juga: Terungkap Data Distribusi MBG ke Ibu Hamil, Bukan dari BGN

"Karena dari skala permodalan dibutuhkan modal yang cukup besar, angkanya kurang lebih sekitar Rp 1,5-3 miliar. Kalau ini diserahkan kepada usaha mikro dan kecil, enggak mampu mereka secara permodalan," sambungnya.

Namun, Maman membantah penilaian Program MBG tidak melibatkan pelaku usaha mikro dan kecil. Menurutnya, program MBG telah membuka ruang bagi usaha mikro, kecil untuk terlibat sesuai kapasitas masing-masing. Misalnya, menjadi bagian dari rantai pasok dapur, sebagai pemasok bahan baku MBG.

Baca juga: Ribuan Relawan Aksi di depan Kantor Pemkab Lamongan, Minta MBG Dilanjutkan

"Oh enggak. Makanya dibukalah ekosistem, diberikan kesempatan kepada usaha mikro dan kecil untuk mereka bisa ikut berpartisipasi. Seperti apa? Supplier-supplier beberapa produk-produk. Dari bumbu dapur, ada juga banyak orang mengatakan itu yang jualan telur hanya ini nggak juga, ada juga yang pemasok telur-telur itu masuk ke dalam ekosistem ini, yang jualan ayam, jualan bumbu dapur, jualan sayur segala macam. Artinya maksud saya ekosistem ini membuka ruang kepada usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah," jelas Maman. ec,he

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru