SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Destinasi wisata perlu dijaga kebersihannya dan keasrian-nya agar wisatawan yang berkunjung aman serta nyaman, sekaligus dapat meningkatkan kunjungan wisata. Meski demikian, baru-baru ini limbah popok sekali pakai menjadi jenis sampah paling banyak mencemari Pantai Sidem, Kabupaten Tulungagung, disusul kemasan plastik sachet dan gelas air minum kemasan.
Hasilnya, volume temuan popok sekali pakai mencapai 52 kilogram atau menjadi jenis sampah terbanyak dari total 153,63 kilogram sampah anorganik yang berhasil diidentifikasi.
Baca juga: Diduga Kebocoran LPG, 3.100 Ayam Ludes Terpanggang di Kedungwaru Tulungagung
"Temuan ini menjadi dasar untuk mendorong produsen bertanggung jawab terhadap sampah kemasan yang mereka hasilkan," jelas Kepala Divisi Advokasi dan Kampanye Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Timur, Lucky Wahyu Wardana, Senin (20/07/2026).
Baca juga: Mulai Pilah dari Rumah, Pemkab Catat Produksi Sampah di Jombang Tembus 530 Ton per Hari
Selain popok sekali pakai, Walhi mencatat kemasan sachet bermerek mencapai sekitar 10 kilogram dengan dominasi produk Mie Sedaap dan Luwak White Coffee. Audit juga menemukan kantong plastik sekali pakai tanpa merek mencapai sekitar 34 kilogram.
Baca juga: Lewat LSDP, Pemkot Malang Usul ‘Autothermix’ untuk Atasi Masalah Sampah
Sementara itu, Pantai Sidem dipilih sebagai lokasi audit karena merupakan muara Sungai Niyama yang membawa aliran sampah dari wilayah hulu. Berdasarkan pengamatan tim, sebagian besar sampah diduga terbawa arus sungai sebelum akhirnya terdampar di pesisir. Dan dari kegiatan itu, tim mengumpulkan 22 karung sampah dengan berat total 252,15 kilogram, kemudian memilah dan mengaudit 153,63 kilogram sampah anorganik. tl-01/dsy
Editor : Redaksi