SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Guna menghadapi potensi wabah ancaman penyakit zoonosis, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperkuat kesiapsiagaan melalui kolaborasi lintas sektor sejak dini melalui penguatan sistem surveilans, komunikasi risiko, edukasi masyarakat, serta koordinasi antar-lembaga.
Komitmen tersebut diwujudkan dengan Lokakarya Edukasi Pencegahan Penyakit Zoonosis digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya bersama Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Portal Kesehatan Masyarakat (Portkesmas), serta Kelompok Kerja Risk Communication and Community Engagement (Pokja RCCE) pada 21–22 Juli 2026 di Puskesmas Medokan Ayu.
Baca juga: Perketat Pengawasan, Pemkot Segel 250 Titik Parkir Tak Berizin di Surabaya
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Surabaya dr Atiek Tri Arini di Surabaya, Rabu, mengatakan kegiatan tersebut melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah, instansi kesehatan, organisasi kemasyarakatan, Tim Penggerak PKK, Palang Merah Indonesia (PMI), PD Pasar Surya, puskesmas, puskeswan, hingga insan media.
Baca juga: Ditarget Tuntas 2027, Pemkot Surabaya Lelang Flyover Taman Pelangi Atasi Masalah Kemacetan
"Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi risiko, meningkatkan partisipasi masyarakat, sekaligus membangun koordinasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman penyakit zoonosis," jelasnya, Kamis (23/07/2026).
Ia mengatakan kesiapsiagaan kunci utama dalam mencegah penyakit zoonosis berkembang menjadi wabah. Salah satu fokus pengawasan Dinkes Surabaya, yakni mengantisipasi peningkatan kasus penyakit pada musim hujan, terutama leptospirosis. Sehingga, Dinkes secara rutin menerbitkan surat edaran kepada seluruh UPT, kecamatan, dan kelurahan mengenai kewaspadaan terhadap banjir beserta potensi penyakit yang dapat menyertainya.
Baca juga: Musim Kemarau, Puluhan Warga di Jombang Meninggal Dunia Akibat Pneumonia
Selain itu, pihaknya juga warga diimbau menggunakan alas kaki saat beraktivitas di area yang tergenang banjir serta segera membersihkan diri setelah terpapar air hujan maupun genangan, dengan menjaga kebersihan diri, sebab tikus sebagai hewan pembawa bakteri penyebab leptospirosis dapat berkembang biak di lingkungan yang kotor dan lembab. sb-02/dsy
Editor : Redaksi