SurabayaPagi, Surabaya – Industri kecantikan dalam negeri menunjukkan tren pertumbuhan positif seiring meningkatnya kepercayaan konsumen terhadap produk lokal.
Hal ini tercermin dari dominasi brand dalam negeri di sejumlah platform ritel kecantikan, termasuk dalam ekosistem Sociolla.
Bertepatan dengan momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Sociolla kembali menghadirkan kampanye Love Local 2026 yang berlangsung pada 16 Juli hingga 19 September 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong eksposur dan daya saing produk kecantikan lokal di pasar domestik.
Berdasarkan data internal perusahaan, hingga Juni 2026, produk lokal telah mencakup sekitar 55 persen dari total produk yang tersedia di platform tersebut. Jumlah tersebut terdiri atas lebih dari 180 brand lokal dengan lebih dari 6.000 produk aktif.
Capaian ini menunjukkan peningkatan peran brand lokal dalam memenuhi permintaan pasar kecantikan nasional.
Permintaan konsumen terhadap produk kecantikan lokal juga terlihat dari tingginya minat pada kategori makeup, fragrance, dan skincare. Pada kategori fragrance, hampir seluruh produk yang tersedia berasal dari brand lokal.
Sementara itu, pada kategori skincare, tren permintaan didominasi produk yang berfokus pada perbaikan skin barrier, perlindungan terhadap sinar ultraviolet, serta perawatan kulit berjerawat.
Co-founder & CMO Social Bella, Chrisanti Indiana, menyebut pertumbuhan ini tidak terlepas dari peningkatan kualitas produk serta kemampuan brand lokal dalam menyesuaikan diri dengan kebutuhan konsumen Indonesia.
“Momentum Hari Kemerdekaan menjadi pengingat bahwa industri kecantikan Indonesia telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Melalui Love Local, kami ingin merayakan perjalanan tersebut sekaligus mempertegas komitmen untuk terus mendukung pertumbuhan brand lokal,” ujarnya.
Dari sisi industri, perkembangan ini mencerminkan perubahan perilaku konsumen yang semakin terbuka terhadap produk dalam negeri.
Inovasi yang lebih relevan, harga yang kompetitif, serta distribusi yang semakin luas menjadi faktor pendorong meningkatnya penetrasi brand lokal di pasar.
Selain itu, dukungan ekosistem ritel berbasis omnichannel juga turut mempercepat pertumbuhan industri.
Hingga saat ini, jaringan Sociolla telah menjangkau lebih dari 65 kota dengan lebih dari 180 toko fisik, didukung platform digital serta aplikasi yang memudahkan akses konsumen terhadap berbagai produk kecantikan.
Keberadaan sistem distribusi yang terintegrasi dinilai mampu memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan efisiensi rantai pasok, sehingga memperkuat posisi brand lokal dalam persaingan industri kecantikan yang semakin kompetitif.
Secara keseluruhan, peningkatan kontribusi brand lokal dalam industri kecantikan menunjukkan adanya peluang pertumbuhan yang masih terbuka lebar.
Dengan dukungan inovasi produk, distribusi yang luas, serta meningkatnya preferensi konsumen, industri kecantikan dalam negeri diproyeksikan terus berkembang dan berkontribusi terhadap perekonomian nasional.
Editor : Redaksi