SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah peternak kambing di Kabupaten Ponorogo mengeluhkan jatuhnya harga kambing. Sehingga, kondisi tersebut membuat peternak harus menanggung kerugian cukup besar karena harga jual tidak sebanding dengan biaya perawatan dan pakan yang dikeluarkan selama memelihara kambing.
Diketahui, untuk harga kambing yang sebelumnya masih bisa ditawarkan Rp1,2 juta hingga Rp1,3 juta per ekor, kini anjlok menjadi sekitar Rp500 ribu hingga Rp600 ribu per ekor. Sehingga, untuk mengurangi kerugian, saat ini banyak peternak yang memilih menjual kambing karena kesulitan mendapatkan pakan hijauan di tengah musim kemarau.
Koko, salah satu peternak kambing asal Desa Duri, Kecamatan Slahung mengatakan, usaha ternak kambing menjadi semakin sulit dipertahankan karena biaya perawatan tetap berjalan, sementara harga jual justru turun. Dari 14 ekor kambing yang dimilikinya saat ini, kebutuhan pakan hanya mengandalkan hijau-hijauan tanpa dicampur konsentrat.
“Sekarang memang sulit. Harga kambing turun jauh, sementara untuk perawatan dan pakan tetap membutuhkan biaya. Saat ini kambing yang saya punya 14 ekor, pakannya hanya mengandalkan hijau-hijauan karena tidak dicampur konsentrat,” kata Koko, Rabu (09/09/2026).
Para peternak kini hanya bisa menunggu momentum Idul Adha tahun depan dengan harapan harga kambing kembali terkerek naik. Selama ini, Koko menjual kambing secara online dengan pembeli yang rata-rata berasal dari luar kota. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, penjualan kambing melalui sistem tersebut juga mengalami penurunan.
Dan kalaupun ada pembeli, harga yang ditawarkan cenderung rendah sehingga peternak semakin sulit mendapatkan keuntungan. “Sekarang penjualan sangat sepi. Kalau ada yang membeli, biasanya ditawar dengan harga murah. Kami hanya berharap saat Idul Adha tahun depan harga bisa kembali naik,” pungkas Koko. pn-01/dsy
Editor : Redaksi