Sukseskan Program Ketahanan Pangan, BUMDes  Wonoplintahan Budi Daya Tanaman Padi

Reporter : Juma'in Koresponden Sidoarjo
Aktifitas warga saat penanaman bibit padi,  usaha BUMDes Bangkit Bersama Desa Wonoplintahan. SP/JUMAIN

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Desa Wonoplintahan, Kecamatan Prambon memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang sudah berdiri sejak 5 tahun yang lalu. Namanya, Bumdes Bangkit Bersama.

Saat ini BUMDes Bangkit Bersama berfokus pada program untuk mendukung ketahanan pangan. Yaitu dengan menjalankan usaha budi daya tanaman padi. Usaha budi daya tanaman padi dipilih karena melihat potensi besar di Desa Wonoplintahan. Kebetulan, di sana telah lama dikenal sebagai sentra penghasil padi.

Baca juga: Gebyar Undian Polling PBB 2026, Pemdes Jati Alun-Alun Siapkan Hadiah Utama Sepeda Motor Listrik

“Kami juga didukung SDM yang mampu dan ahli. Ketua Bumdes sendiri  yang pernah bergelut di dunia budi daya tanaman padi,” ungkap Sekretaris Desa (Sekdes) Wonoplintahan, Junaidi, saat di temui Surabaya Pagi diruang kerjanya, Rabu (29/7/2026)

Saat ini, telah memasuki musim tanam kedua. Total lahan yang digunakan untuk budi daya tanaman padi mencapai dua hektar yang berlokasi di RT 04, RW 04 Dusun Pejantran. Ditargetkan untuk tahun depan bisa bertambah menjadi 3 hingga 4 hektar. “Tujuannya selain usaha, juga untuk membantu menyejahterakan para petani desa serta meningkatkan pendapatan desa," terang Sekdes Junaidi.

Baca juga: Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkab Kediri Gencarkan Penanaman Jagung

Sementara itu, ketua BUMDes Bangkit Bersama, Suhartoyo  menyambut baik program ketahanan pangan. Salah satu bentuk program itu, Bumdes menerima bantuan berupa penyertaan modal usaha dari Pemerintah Desa (Pemdes) yang di alokasikan untuk kegiatan budi daya tanaman padi.

”Karena pada dasarnya kami menerima program ini, kami bersama seluruh pihak saling bersinergi agar program tersebut berjalan dengan maksimal sesuai rencana awal program,” ucapnya.

Baca juga: Lewat Gerakan Selamatkan Pangan, Pemkot Probolinggo Komitmen Tekan Pemborosan

Sehingga dampaknya selain untuk ketahanan pangan juga bisa meningkatkan penghasilan asli desa. ”Mudah-mudahan pengairan tercukupi, kualitas dan harga gabah juga bagus,” imbuhnya.

Dicontohkan, untuk kebutuhan air misalnya, pihaknya juga bersinergitas dengan berbagai pihak agar suplai air irigasi di wilayah setempat bisa terpenuhi. ”Harapannya, semua pihak ikut menyukseskan program ketahanan pangan ini,” pungkasnya. jum

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru