SurabayaPagi, Surabaya – Petra Christian University (UK Petra) mengawali rangkaian Dies Natalis ke-65 dengan mencetak rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui tantangan bermain golf 99 holes dalam sehari.
Selain menjadi capaian prestasi, kegiatan ini dinilai memiliki potensi mendorong aktivitas ekonomi berbasis event dan olahraga di Surabaya.
Baca juga: UK Petra- KAD Anti Korupsi Jatim Ajak Mahasiswa Bangun Integritas di Kampus
Rekor tersebut melampaui target awal 90 holes dan akan diserahkan secara resmi pada 15 Agustus 2026 bertepatan dengan penyelenggaraan Petra Golf Tournament di Taman Dayu.
Rangkaian kegiatan Dies Natalis selanjutnya juga mencakup Petra Nation Business and Education Fair pada 17–20 September 2026 di Galaxy Mall Surabaya.
Rektor UK Petra, Prof. Rolly Intan, mengatakan pencapaian ini merupakan bagian dari pembuka rangkaian kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada perayaan institusi, tetapi juga mendorong kolaborasi lintas sektor.
“Awalnya kita hanya merencanakan 90 holes, namun capaian peserta melampaui target hingga 99 holes. Ini menjadi hasil kerja bersama yang di luar perkiraan,” ujarnya di Surabaya, Rabu (28/7/2026).
Tantangan tersebut dimainkan di empat lapangan golf, yakni Ciputra Golf, Graha Family Golf, Bukit Darmo Golf, dan Pakuwon Golf, dengan melibatkan 16 peserta dari berbagai daerah, termasuk luar negeri.
Mobilitas antarlokasi serta keterlibatan berbagai pihak dalam pelaksanaan kegiatan mencerminkan adanya aktivitas ekonomi yang turut bergerak, mulai dari sektor jasa, transportasi, hingga penyediaan fasilitas olahraga.
Selain aspek olahraga, kegiatan ini juga mengusung misi sosial. Dukungan dari alumni terhadap peserta akan disalurkan untuk program beasiswa, pengembangan seni, serta kegiatan pendidikan lainnya.
Skema tersebut menunjukkan adanya perputaran dana berbasis komunitas yang berkontribusi pada sektor pendidikan dan sosial.
Ketua Persatuan Golf Indonesia (PGI) Jawa Timur, M. Rizal, menilai kegiatan ini menjadi momentum penting bagi pengembangan olahraga golf di Jawa Timur sekaligus membuka peluang ekonomi melalui penyelenggaraan event olahraga.
Baca juga: Dua Prodi UK Petra Raih Hibah Inovasi Modul Digital 2021
“Kegiatan seperti ini bukan hanya soal prestasi, tetapi juga membuka ruang bagi berkembangnya ekosistem golf, termasuk pembinaan atlet dan potensi penyelenggaraan event ke depan,” ujarnya.
Menurutnya, Jawa Timur saat ini memiliki sekitar 35 atlet golf binaan yang dipersiapkan untuk level kompetitif. Kehadiran unit kegiatan mahasiswa (UKM) golf di UK Petra dinilai berpotensi menambah jumlah atlet sekaligus memperkuat ekosistem olahraga tersebut.
Dari sisi penyelenggaraan, kegiatan ini juga menunjukkan kesiapan infrastruktur Surabaya dalam mendukung event olahraga berskala besar.
Keberadaan sejumlah lapangan golf yang berdekatan dinilai menjadi keunggulan tersendiri yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan sport tourism.
Ketua umum panitia dan petranesian, sekaligus Groovy Golf EO selaku pelaksana kegiatan, Teddy Salim menjelaskan bahwa tantangan utama selama pelaksanaan meliputi faktor cuaca, stamina peserta, serta ketepatan waktu perpindahan antarlapangan yang hanya diberikan sekitar 15 menit.
Baca juga: Marketing Strategy Produk McD BTS Meal Dinilai Gagal
“Koordinasi menjadi kunci utama karena seluruh rangkaian harus berjalan tepat waktu. Dengan dukungan berbagai pihak, kegiatan ini dapat terselesaikan sesuai rencana,” ujarnya.
Peserta yang terlibat berasal dari berbagai latar belakang, termasuk mahasiswa dari luar negeri serta peserta berusia lanjut. Hal ini menunjukkan daya tarik kegiatan yang tidak hanya bersifat lokal, tetapi juga memiliki jangkauan internasional.
Perwakilan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), Oman, memastikan bahwa tantangan 99 Holes in a Day Petranation Golf Challenge resmi memecahkan rekor nasional setelah melalui proses verifikasi.
“Seluruh rangkaian telah memenuhi ketentuan yang ditetapkan dan berhak memperoleh Rekor MURI,” katanya.
Secara keseluruhan, penyelenggaraan kegiatan yang didukung oleh Pangkalan Marinir Surabaya ini tidak hanya menjadi pencapaian institusional, tetapi juga mencerminkan potensi pengembangan ekonomi berbasis event olahraga, termasuk peluang peningkatan kunjungan, aktivitas jasa, serta penguatan sektor pariwisata olahraga di Surabaya dan Jawa Timur.
Editor : Redaksi