Terpaan El Nino, Molor dari Akhir Agustus ke 2027

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI.COM : Fenomena El Nino telah aktif dan diprediksi memicu musim kemarau yang lebih kering dan berdurasi lebih panjang di sebagian besar wilayah Indonesia. El Nino diprediksi terjadi hingga 2027. Sebelumnya,BMKG kabarkan terpaan El Nino, berakhir Agustus 2026.
"BMKG memprediksi fenomena El Nino akan bertahan paling tidak hingga awal kuartal pertama tahun 2027," kata Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam konferensi pers di kantornya, Kamis (30/7/2026).
Dia mengatakan peluang puncak intensitas El Nino mencapai kategori kuat. Potensi positif pada September hingga Desember tahun ini diprediksi akan terjadi.
"Dengan peluang puncak intensitas mencapai kategori kuat. Selain itu terjadi potensi positif September hingga Desember tahun ini, tahun 2026," jelasnya.
Terpisah, Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan bagaimana El Nino bisa menimbulkan dampak. Menurutnya, dampak El Nino di Indonesia hanya terjadi jika bertemu dengan musim kemarau.
"El Nino sendiri itu biasanya akan berlangsung paling tidak hingga kuartal pertama tahun berikutnya. Namun perlu digarisbawahi sekali lagi bahwa dampaknya ke Indonesia, El Nino itu hanya ketika bertemu dengan musim kemarau," tutur Ardhasena.
Dia menekankan El Nino bisa terjadi hingga awal tahun depan. Namun, dampak El Nino hanya berlangsung apabila bertemu dengan musim kemarau.
"Jadi El Nino-nya masih berlangsung hingga paling tidak kuartal pertama tahun 2027, tetapi dampaknya itu hanya bertemu dengan musim kemarau untuk wilayah Indonesia," pungkasnya. n, erc

 

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru